FTP UB Inisiasi Kompetisi Internasional Mahasiswa di Masa Pandemi

Foto: Yusuf Hendrawan, STP.M.App.Life.Sc Ph.D, Wakil Dekan III FTP UB Bidang Kemahasiswaan sekaligus penanggungjawab kegiatan. (ist)

BACAMALANG.COM РPesatnya pertumbuhan ekonomi dunia dan globalisasi membuat lingkungan ekonomi menjadi  lebih dinamis dan kompleks. Demikian pula dengan sektor pertanian yang meliputi pangan dan agro industripun menghadapi tantangan dan membutuhkan transformasi untuk meningkatkan kontribusinya dalam mendukung aspirasi menjadi negara-negara berpenghasilan tinggi.

Untuk mencapai target tersebut diperlukan partisipasi dari semua lapisan masyarakat termasuk mahasiswa. Penting bagi mahasiswa teknologi pertanian untuk berpartisipasi dalam forum mahasiswa untuk berbagi gagasan tentang peningkatan peran Rekayasa Pertanian dan Biosistem menuju pertanian berkelanjutan.

Hal inilah yang melatari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) bersama dengan Malaysian Society of Agricultural and Food Engineers (MSAE) mempersembahkan the 6th Agricultural Engineering Annual Regional Convention 2020 (6th ARC 2020) yang mengangkat tema “Teknologi Inovasi di Era Globalisasi untuk Agroindustri Berkelanjutan”.

The 6th ARC merupakan kompetisi bertaraf ASIA di level mahasiswa yang melombakan inovasi dan gagasan untuk mengatasi permasalahan global di bidang rekayasa pertanian, teknologi pangan hingga agroindustri.

Terdapat lebih dari 100 inovasi mengikuti kompetisi yang terdiri dari 70 paper, 69 poster dan 34 video dari ratusan tim mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Thailand dan Nepal.  Terdapat lima topik yang dilombakan dalam kompetisi ini yaitu Agricultural Engineering, Smart Packaging, Food, Green Energy dan Bioenergy dengan mengundang dewan juri drai Nepal, Indonesia, Malaysia, Thailand dan Jepang.

Koordinator kegiatan, Yusuf Hendrawan, STP.M.App.Life.Sc. Ph.D., mengungkapkan rasa syukur yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan bertaraf internasional tersebut.

“Alhamdulillah ARC ke enam ini berhasil terlaksana dengan baik. Salut dan apresiasi untuk adik adik mahasiswa dan seluruh panitia yang telah bekerja keras mensukseskan acara ini meski ditengah pandemi,” katanya, Sabtu (29/8).

Dia menyebut, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara online, mulai dari pengumpulan naskah, poster dan video hingga ke penjurian oleh berbagai pakar dari Jepang, Malaysia, Indonesia, Nepal hingga Thailand.

“Kami cukup bangga, karena di UB untuk tingkat mahasiswa, FTP  yang pertama kali menginisiasi kompetisi ilmiah bertaraf internasional di masa pandemi. Alhamdulillah juga meski ditengah pandemi, tetapi tetap sukses dengan animo peserta dari berbagai negara,” ungkap Yusuf Hendrawan.

Lebih lanjut, Yusuf menegaskan, pemenang sudah dimumkan tapat waktu melalui situs resmi fakultas. Yusuf juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang. Dia berharap inovasi mahasiswa se Asia dalam ARC itu dapat menjadi solusi untuk mengatasi isu-isu global dibidang pangan.

“Semoga inovasi dari adik-adik mahasiswa se-Asia itu bisa menjadi solusi untuk mengatasi isu-isu global dibidang pangan, teknologi pertanian hingga bioenergi agroindustri,” pungkas Yusuf. (Lis/red)