Peringati HUT ke-8, KJB Sinkronkan Kegiatan Jurnalisme hingga Charity

Foto: KJB sinkronkan kegiatan jurnalistik (jurnalisme) dan charity. (ist)

BACAMALANG.COM – Menapaki usia ke-8 tahun, Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia, ingin sinkronkan kegiatan jurnalistik, syariah agama dan charity

“Kami ingin sinkronkan kegiatan jurnalistik dan charity,” tandas Presiden KJB Nikmatus Sholikah, Minggu (29/11/2020).

Perempuan yang berprofesi sebagai penulis dan mantan Jurnalis TvOne ini menuturkan, di tengah kesibukannya hunting (liputan), perempuan selayaknya mampu mengharmonikan kegiatan di dunia jurnalis dan identitas beragama.

Meskipun dinilai positif, namun perempuan semestinya mampu menjaga diri dalam menjalankan profesinya sesuai koridor keagamaan dan nilai sosial yang berlaku.

Sekilas informasi, pendiri KJB yang pertama adalah Trifty Qurrota Aini pada 2012 silam bersama rekannya Andyani Purnama. Sebuah wadah berkumpulnya para jurnalis lintas media dari media TV, radio, cetak dan online.

Kegiatan Saat Pandemi

Nikmatus mengatakan, program komunitas saat pandemi, banyak melakukan kegiatan yang bernilai edukasi secara online.

Termasuk juga sebagai dukungan pencegahan virus Corona KJB mengumpulkan donasi hand sanitazer dan kebutuhan alat pelindung diri sebagai langkah melawan pandemi dunia ini.

Hand Sanitizer dan APD tersebut dibagikan ke Puskesmas di Kebumen, rumah sakit spesialis di Bandung, dan masyarakat umum di jalanan kota besar di Indonesia.

Kegiatan sosial keagamaan lainnya yaitu di bulan Ramadhan, komunitas ini menyelenggarakan program tadarus dan ngabuburit bersama melalui instagram dan memanfaatkan media sosial lainnya.

KJB membuka interaktif tentang kisah jurnalis meliput penuh dengan keterbatasan di saat Corona.

Menghadirkan kajian online bersama finalis dai nasional dan dokter spesialis kulit untuk meningkatkan kekebalan tubuh saat ini.

Keanggotan Tersebar di Nusantara

KJB sampai sekarang sudah hadir berkembang di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatra dan lainnya meneruskan program pengurus yang pertama.

Komunitas ini memiliki jaringan relasi di tingkat pusat istana, dan sangat selektif terhadap anggotanya.

“Alhamdulillah sampai kini anggota komunitas semakin banyak. Kami mempunyai kesamaan dalam visi dan ukhuwah. Kami ingin menyatukan kegiatan sosial, profesi jurnalistik dan religi. Semoga ke depan semakin berkembang dan mampu menyumbang nilai positif bagi agama dan negara,” pungkas Nikmah. (had)