Terkait Prokes Pengadaan APD KBM Tatap Muka di Kabupaten Malang, Kadindik Nyatakan BOSKAB Sudah Cair

ist

BACAMALANG.COM – Guna memenuhi protokol kesehatan (prokes) sebagai syarat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono mengatakan Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten Malang (BOSKAB) Malang sudah cair.

“Dana Boskab sudah cair bertahap melalui rekening sekolah satu minggu lalu. Jadi bisa untuk memenuhi kesiapan check list enam syarat tatap muka dengan menyediakan prokes dan dana BOSKAB ini nantinya digunakan untuk mempersiapkan enam check list itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono, baru-baru ini.

Sekilas informasi, sekolah di Kabupaten Malang sudah mulai mempersiapkan perlengkapan dan fasilitas protokol kesehatan untuk kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar tatap muka.

Rahmat Hardijono mengatakan, Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten Malang Malang sudah cair untuk siswa SD dan SMP se-Kabupaten Malang.

Setidaknya ada enam syarat yang mesti dipenuhi sekolah di Kabupaten Malang untuk menerapkan KBM tatap muka.

Keenamnya adalah kesiapan sanitasi dan kebersihan lingkungan sekolah, seperti penyediaan tempat cuci tangan dan handsanitizer, fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah, penyediaan masker untuk warga sekolah, penyediaan thermogun, pemetaan kesehatan di lingkungan sekolah dan persetujuan dari komite dan wali siswa untuk KBM tatap muka.

BOSKAB Jadi Solusi

Keenam syarat itu masih belum bisa dipenuhi sekolah. Alasannya tidak ada anggaran dan BOSKAB menjadi solusi menyediakan fasilitas protokol kesehatan KBM tatap muka.

Untuk pencairannya sendiri, kata Rahmat, berbeda-beda. Untuk siswa tingkat Pendidikan Anak Di Bawah Umur (PAUD) menerima Rp 15 ribu per bulan. Sementara untuk siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) menerima Rp 30 ribu per bulan dan SMP menerima uang Rp 50 ribu per bulan.

“Dan Kami langsung cairkan kelipatan empat bulan. Jadi semisal SD Rp 15 ribu per bulan. Jadi menerima Rp 60 ribu. Dan sudah bisa dicek ke sekolah-sekolah. Kami langsung memberikan empat bulan karena APBD 2020 dan harus dibelanjakan sebeluk akhir tahun” kata Rahmat.

Dari PAK APBD

Sementara itu, anggaran total BOSKAB sendiri Rahmat mengaku tidak mengetahui secara pasti totalnya. Namun Rahmat menjelaskan anggaran BOSKAB untuk 4 bulan itu berasal dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2020 (Perda APBD 2020) pada rapat paripurna bulan Agustus 2020 lalu.

“Dan fokusnya memang di perubahan anggaran itu memastikan untuk memastikan kegiatan pendidikan bisa berlangsung selama pandemi Covid-19,” tuturnya.

Rahmat juga menambahkan sementara ini BOSKAB yang adalah hanya sekolah yang di bawah kemenangan Dindik Kabupaten Malang.

“Artinya yang dibawah Kemenag (Kementrian Agama) yaitu Madrasah Tsnawiyah (MTS dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) belum cair. Kemarin sudah mengajukan InshaAllah minggu ini cair juga,” tukas Rahmat menutup wawancara. (*/had)