Rektor Unira Malang: 2021 InshaAllah Indonesia Lebih Baik

Foto: DR. Hasan Abadi. (ist)

Oleh : Dr. Hasan Abadi

Tinggal menghitung hari, fajar menyingsing membuka era harapan baru di tahun Kerbau Logam 2021. Tahun 2020 yang akan Kita lewati meninggalkan beberapa catatan yang layak menjadi evaluasi dan renungan untuk melangkah di tahun 2021 nanti.

Pilkada Serentak Aman

Adanya perhelatan pilkada serentak pada 9 Desember 2020 di 290 kota dan kabupaten se-Indonesia, yang secara keseluruhan berlangsung tertib dan aman layak disyukuri.

Phobia munculnya potensi klaster baru Covid, dan bayang-bayang rendahnya tingkat partisipasi karena apatisme politik terbantahkan.

Diharapkan dengan lahirnya pemimpin baru, bisa menjadikan sektor ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan menjadi lebih baik di masa depan.

KBM Daring, dan Pemerataan Akses Pendidikan

Kita prihatin adanya kebijakan sekolah yang ditutup selama pandemi karena dianjurkan untuk belajar daring.

Kebiasaan baru ini juga banyak kendala, semisal ketiadaan sarana (handphone standard), ketiadaan akses internet, beban pulsa, kebosanan secara psikologis-individual, dan kadar efektif-efisien pembelajaran.

Adanya kebijakan dari menteri pendidikan bisa diterapkan di berbagai daerah. Yakni membuka kegiatan belajar (KBM) tatap muka secara terbatas dan adaptif, dengan tetap menerapkan prokes (protokol kesehatan) 3 M.

Hal ini penting, karena akibat dari KBM daring menimbulkan masalah baru seperti meningkatnya kenakalan anak-anak, meningkatnya angka kriminalitas dengan pelaku anak-anak, frustasi pada anak, dan masalah sosial-psikologis lainnya.

Dengan demikian, pendidikan juga merupakan upaya dalam membentuk insan-insan akademis, pencipta, pengabdi yang berpikir secara mandiri, dan dapat bertanggung jawab atas terbentuknya masyarakat yang adil dan makmur dengan ridho Allah SWT.

Tak kalah penting dalam potret dunia pendidikan, yakni proses pembelajaran tak hanya fokus pada objek yang dipelajari, tetapi setiap pendidik dan pembelajar bisa konsentrasi pada bagaimana berpikir dan berperilaku terhadap yang dipelajarinya.

Hal ini berarti ranah pembelajaran tak hanya mencakup keahlian, juga bukan saja terhadap ilmu, tetapi juga mencakup pola pikir dalam menghadapi suatu permasalahan maka antara teori dan praktik berimbang didapatkannya.

Dengan demikian, terbentuknya pola pikir unggul dalam menghadapi kompleksitas dan kerumitan yang akan muncul pada masa mendatang seperti hadirnya Pandemi COVID-19 ini menjadi bekal dan kekuatan penting bagi setiap individu.

Selain itu, pada pola pikir positif merupakan syarat cukup agar seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga berperilaku yang baik pula. Sehingga dihadapkan dalam proses pembelajaran apapun sudah sanggup peserta didik seperti pembelajaran daring pada pembelajaran jarak jauh.

Kepedulian Sosial dan Individu Tangguh

Meski pandemi Covid-19 memporak-porandakan seluruh sendi kehidupan, namun Kita layak bersyukur karena spirit kepedulian kepada sesama bangkit bak jamur di musim hujan.

Kepedulian untuk saling berbagi kepada sesama semakin tumbuh dan menguat. Hal ini menjadi sebuah energi baru yang layak disyukuri.

Maka muncullah kohesi sosial yang terbangun dari solidaritas, emphati-simphati atas penderitaan sesama.

Maka berdirilah kampung tangguh, yang bersifat protektif, preventif, antisipatif, mandiri, dan integratif.

Selama menjalani pembatasan sosial, segala kebutuhan semisal logistik, kesehatan, bahan makanan, akses internet, dan ekonomi, berupaya dipenuhi sendiri.

Intoleransi, Ulama Wafat dan Regenerasi

Beberapa hal yang patut mendapat atensi dan solusi adalah maraknya intoleransi, radikalisme, hoaks agama, dan politisasi agama.

Adanya terorisme yang memanipulasi doktrin agama menjadikan keprihatinan yang mesti segera diselesaikan.

Bahkan kini yang memprihatinkan adalah rekrutmen terorisme merambah ke pesantren dan menggaet santri muda yang cerdas dan pandai.

Untuk solusi dibutuhkan keterlibatan semua unsur untuk bisa menciptakan kembali Indonesia yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur gemah Ripah loh jinawi tata tentram kertoraharjo.

Berpulangnya banyak ulama, kyai dan tokoh agama di tahun pandemi ini, menariknya dibarengi (regenerasi) munculnya Ustadz, Gus muda, Kyai muda, dan mujahid muda yang terpanggil untuk berjuang demi kemaslahatan semua umat dan kokohnya NKRI.

Ekonomi Kolaps dan Spirit Enterpreneur

Imbas pandemi memunculkan berbagai akibat negatif. Bisa disebutkan semisal PHK massal, meningkatnya angka kemiskinan, dan menurunnya pendapatan.

Dalam suasana pagebluk Corona ini, untungnya bisa memicu munculnya sosok dan figur yang tahan banting dan anti krisis.

Maka adanya pandemi yang identik dengan WFH (work from home) melahirkan ide-ide dan kreasi bisnis baru.

Maka muncullah pelaku bisnis ikan Cupang, tanaman hias, sayur hidroponik, jasa lukis tembok (Doodle Art), masker batik, ternak lele, kursus merias pengantin, jualan aplikasi pendukung WFH, dan lainnya.

Harapan Indonesia Lebih Baik

Alhamdulillah bangsa Indonesia selalu dirahmati Allah SWT dalam berbagai situasi, kondisi dan fase-fase jaman yang telah dilewati. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang tangguh yang gigih berjuang.

Modal sosial, religi, budaya yang dimiliki Bangsa Indonesia diyakini mampu menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan apapun.

Melimpahnya kekayaan berupa kearifan budaya lokal, adat-istiadat, tradisi, modal sosial yang kokoh, serta rigiusitas tinggi, seolah menjadi Dewi Fortuna (penolong) untuk lepas dari segala jeratan krisis. Tahun 2021 InshaAllah nasib Indonesia menjadi lebih baik.

Penulis : Rektor Universitas Islam Raden Rahmat UNIRA Malang