Berawal dari Keprihatinan dan Hobi, Begini Ide Awal Digelarnya Gowesata

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Malang, Agoes Basoeki (kiri), Project Director Gowesata, Hendri Wijaya (tengah), Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni (kanan).(wahyu)

BACAMALANG.COM – Event Gowesata merupakan sebuah acara yang didasari oleh ide Hendri Wijaya. Hendri dalah salah satu sebagai pelaku bisnis pariwisata yang merasa terpukul karena adanya pandemi ini. Berawal dari hobi Hendri suka bersepeda, ia mendapatkan ide untuk menjadikan hobinya sebagai sebuah event olahraga bersepeda yang dapat diikuti semua orang, dan dapat memberikan support kepada sektor pariwisata yang ada di Indonesia.

“Sebenarnya itu kami cukup merasa terpukul, kita pariwisata cukup terpukul, mungkin temen-temen juga tahu yang dulunya travel-travel, atau hotel-hotelnya engga pernah sepi akhirnya harus berjuang lebih keras lagi untuk saat ini, nah dari situ lah saya punya ide bagaimana cara mensupport sektor pariwisata. Jadi saya menggabungkan hobi saya itu menjadi sebuah event yang bisa mensupport sektor pariwisata yang ada di Indonesia,” ujar Hendri.

Kegiatan Hendri ini merupakan acara pertama yang diadakan di Kota Malang pada awal tahun, Hendri pun telah memenuhi izin dari beberapa pihak untuk menyelenggarakan acara ini, oleh karena itu acara tersebut diselenggarakan sesuai dengan ketentuan dan protokol kesehatan.

Senada dengan itu, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menjelaskan bahwa Kota Malang sudah melakukan Cleanliness, Health, Safety dan Environment (CHSE) serta sudah mulai mempromosikan potensi-potensi di Kota Malang. Pihaknya juga akan memulai kegiatan-kegiatannya pada bulan April mendatang, berharap Kota Malang menjadi normal kembali setelah adanya vaksinasi.

“Kegaiatan mas Hendri ini adalah kegiatan yang pertama di awal tahun, Kegiatan-kegiatan lain juga akan kita gelar mulai bulan April, mudah-mudahan setelah vaksin pertama dilakukan di kota Malang dan berakhir nanti sampai bulan Februari mudah-mudahan tuntas, dan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah, sehingga masyarakatnya bisa sehat dan nuansa kepariwisataan bisa menggeliat kembali,” jelas Ida Ayu Made Wahyuni.

Konsep dari event Gowesata ini dalam mendukung sektor pariwisata dimana peserta yang mengikuti event ini wajib mengunjungi local partner selama bersepeda. Peserta diharuskan mendatangi local partner yang sudah ditentukan oleh tim Gowesata, Local partner yang dimaksud adalah sektor pariwisata. Lokasi local partner ini memiliki titik yang berbeda-beda tergantung dengan objek tempat wisata di masing-masing kota.

Permulaan dari event ini adalah peserta menggunakan aplikasi bernama “Relive” yang dapat diunduh di smartphone masing-masing peserta. Setelah itu, peserta dapat memulai bersepeda dari lokasi manapun sesuai dengan yang diinginkan oleh peserta.

“Jadi eventnya mereka start dari rumah tinggal ataupun kantor mereka atau mungkin dari tempat yang sudah mereka siapkan, mereka tinggal klik start saja dari aplikasi Relive, jadi kita aplikasi rekam jejaknya pakai Relive, mereka klik start dari tempat mereka mulai, lalu mereka wajib dateng ke local partner yang sudah kita tentukan, jadi setelah start mereka misalkan datang ke local partner A ini ada hotel, selanjutnya ada local partner B disini ada restoran, lalu ada tempat oleh-oleh, tempat wisata, dan museum. Jadi hampir setiap kota ada 5- 6 titik yang wajib mereka kunjungi, ada checkpoint”nya seperti itu.” Terang Hendri.

Setelah itu, peserta diwajibkan menyelesaikan tantangannya, tantangan yang harus diselesaikan adalah foto. Peserta wajib berfoto dengan latar belakang  lokasi local partner tersebut. Contohnya seperti  berada di hotel, peserta diwajibkan foto dengan background restoran, ballroom, meeting room, kolam renang, tempat gym atau fasilitas lainnya yang sudah ditentukan oleh local partner. Dan selanjutnya diunggah ke media sosial peserta.

“Jadi akan punya kesempatan dilihat oleh jutaan followernya begitu ya, karena ada ribuan peserta tidak memungkinkan kalau tidak ada followernya melihat itu. Dari situ branding mereka terangkat juga, lalu dari tim managemen juga kita akan upload itu di sosial media dan juga ada di websitenya kita, itu juga kita akan publish, jadi dari segi brand awareness dapet, revenue dapet, disitulah kita akan support sektor pariwisata yang ada di Indonesia” tegas Hendri.

Manfaat yang diberikan kepada peserta bisa dikatakan sangat beragam dalam mengikuti event ini. Peserta akan disambut dengan baik di setiap local partner yang dikunjunginya, kemudian akan ditawarkan promo-promo menarik dan tentunya akan diberikan benefit bagi peserta yang berkunjung.

Kenapa menggunakan Relive?

Relive digunakan sebagai aplikasi rekam jejak, dalam hal ini peserta dapat memilih rute yang diinginkan dalam mengunjungi local partnernya. Setiap kota memiliki minimal 1 rute dan maksimal 3 rute, tergantung local partner di kota tersebut. Selanjutnya terdapat 6 local partner hingga maksimal 18 local partner tergantung kondisi kota tersebut, masing-masing local partner telah mengantongi sertifikat layak uji covid yang dikeluarkan oleh pemerintah kota.

“6 titik ini kalau kita estimasikan itu pasti kurang dari 10 kilometer, pasti kurang dari 10 kilometer. Biasanya ada yang cuman 3, cuman 5 kilometer, saya rasa ketika itu menggunakan sepeda atau gowes itu akan sangat easy karena jarak tidak terlalu jauh.” Terang Hendri.

Antisipasi agar tidak menimbulkan kerumunan, acara ini digelar selama 4 hari dan waktu pelaksanaannya dimulai pukul 06.00 pagi hingga pukul 20.00 malam. Peserta dapat memilih waktu yang diinginkan. Tempat hotel yang diplih yakni tempat memiliki area yang luas dan dibatasi minimal hotel bintang 3, bintang 4 dan bintang 5.

Kegiatan ini berlangsung selama 4 hari. Di dalam event ini tidak menilai dari berapa lama bersepeda atau seberapa jauh peserta melakukan perjalanan, melainkan peserta diwajibkan datang ke local partner yang telah ditentukan. 

“Jadi kita bikin itu ada beberapa jarak yang pertama harapannya nanti keluarga dapat mengikuti event ini karena jaraknya terjangkau, dan apablia ada komunitas yang pro mereka bisa mencoba dengan yang 25 kilometer hingga 50 kilometer, dan harus ditempuh dalam waktu sehari. Jadi dalam sehari local partner harus selesai dikunjungi semuanya.” Tandasnya.

Race package

Gowesata belum menentukan biaya pendaftaran, namun diperkirakan biaya pendaftaran  diantaranya 200 hingga 350 perorang. Di sisi lain, Hendri mengharapkan adanya sponsor dapat mengcover biaya pendaftaran. Sejauh ini, pihaknya belum menetapkan biaya pendaftaran.

“Biaya dalam pendaftaran rencananya estimasinya diantara 200 sampai 350 per orangnya, mungkin kembali lagi mungkin ada sponsor yang mau membayar semua, bisa jadi mungkin pendaftarannya gratis, jadi kita memang belum tentukan biaya pendaftaran Gowesata” terang Hendri.

Peserta juga akan dibekali dengan Race Package yang meliputi masker, hand sanitizer, jersey, air mineral, medali, sertifikat elektronik dan yang terakhir semua peserta akan mendapatkan asuransi kecelakaan.

“jadi cukup komplit. Ini kalau saya bilang untuk race packagenya komplit dan event ini special karena support pariwisata.” Pungkasnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai event Gowesata, dapat menghubungi disini : 0341-3029321 | 082233612200 | 085649992200 | www.gowesata.id | info@gowesata.id | @gowesata.id

(wah/zuk)