Antisipasi Panic Buying, Pemkab Malang Batasi Pembelian Bahan Pokok

Aktivitas masyarakat di Pasar Kepanjen (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang telah mengantisipasi agar masyarakat di wilayahnya tidak mengalami panic buying atau berbelanja besar-besaran sebagai persediaan ditengah pandemi Coronavirus disease 2019 alias Covid-19.

Demi menghindari panic buying, Pemerintah Kabupaten Malang membatasi jumlah pembelian sejumlah bahan pokok. Kebijakan ini dituangkan dalam surat edaran Bupati Malang nomor 440/2630/35.07.106/2020 tertanggal 29 Maret 2020.

Masyarakat diminta untuk tidak membeli beras melebihi 25 kilogram. Kemudian telur, tidak boleh lebih dari 2 kilogram.

Selanjutnya, gula maksimal 2 kilogram dan tepung terigu maksimal 2 kilogram. Lalu, minyak goreng maksimal 2 liter, mie instan maksimal 2 dus, serta susu bayi paling banyak 2 kemasan ukuran 400 gram.

“Supaya tidak terjadi panic buying di masyarakat nanti,” kata Bupati Malang, HM Sanusi, Senin (30/3/2020).

Sanusi pun menyebut, kebijakan ini dikeluarkan untuk mencegah terjadinya penimbunan bahan pangan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab.

“Itukan supaya nanti mereka tidak menimbun. Makanya kita batasi 2 kilo tiap beli. Supaya tidak terjadi penimbunan bahan pokok,” jelasnya. (mid/yog)