Prodi Pendidikan Biologi UMM Duduki Posisi Terbaik se-Indonesia versi SINTA

Foto: Aktivitas mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi UMM. (hum)

BACAMALANG.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) kembali mempertahankan posisi terbaik Science and Technology Index (SINTA) tahun 2020, Sabtu (30/5).

Berdasarkan update terbaru indikator publikasi ilmiah yang terdaftar di portal SINTA Kementerian RISTEK-BRIN pada Mei 2020, Prodi Pendidikan Biologi FKIP-UMM memperoleh skor 164 untuk 5-year score (skor lima tahun terakhir) dan 602 untuk all year score (skor total tahun).

Menurut Ketua Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMM, Dr. Iin Hindun, M.Kes, capaian tersebut menjadi kado terindah di masa pandemi, mengingat skor ini melampaui prodi serupa di PTN/PTS seperti Universitas Negeri Makassar yang mendapat urutan kedua dengan skor 80, dan Universitas Maratam, urutan ketiga, skor 71.

“Skor ini jauh melampaui prodi Pendidikan Biologi di kampus-kampus Negeri. Bahkan dengan urutan kedua saja selisih 50 persen. Sementara Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universias Jember, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Negeri Yogyakarta berturut-turut menempati urutan keempat sampai kesepuluh. Seperti diketahui di Indonesia ada 171 Prodi S1 Pendidikan Biologi, baik PTN maupun PTS”, terang perempuan yang aktif meneliti bidang keterampilan berpikir dan metakognitif itu.

Sementara itu Dekan FKIP-UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes menegaskan bahwa SINTA menjadi indikator capaian publikasi Ilmiah perguruan tinggi. SINTA merupakan portal yang berisi pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi, baik kinerja peneliti dan penulis (author), kinerja jurnal, dan kinerja institusi.

“SINTA dibuat untuk mewadahi hasil penelitian yang sudah dipublikasikan secara online, sehingga orang yang dapat berkontribusi di Portal SINTA adalah para peneliti dan dosen. Semakin rajin dosen-dosen publikasi, maka akan meningkatkan skor. Skor itu sejatinya menggambarkan bahwa penelitian yang dilakukan dosen telah disebarluaskan ke publik, baik skala lokal maupun internasional sehingga diharapkan memiliki kontribusi nyata bagi kemajuan IPTEK Indonesia maupun dunia”, katanya.

Hal senada juga dijelaskan Husamah, S.Pd., M.Pd., salah satu dosen muda di Prodi Penddikan Biologi UMM membeberkan rahasia mengapa prestasi itu mampu dicapai. Menurutnya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang aktif mendorong semua dosen untuk penelitian dan publikasi.

Kewajiban itu tidak hanya untuk dosen senior, tetapi juga dosen muda yang memiliki banyak energi. Kolaborasi dosen senior dan dosen muda terus digalakkan. Secara khusus institusi menyediakan dana blockgrant, selain dana penelitian-pengabdian yang disiapkan oleh universitas. Mahasiswa juga dilibatkan dalam penelitian dan publikasi, sehingga mereka memiliki pengalaman level internasional, yang tidak banyak dimiliki oleh lulusan dari perguruan tinggi lain.

“Ada pula penghargaan yang diberikan kampus, yang besarannya mencapai puluha juta bagi semua dosen yang mampu publikasi di jurnal internasional bereputasi, misalnya jurnal-jurnal terindeks SCOPUS. Kita juga terus dihimbau untuk melakukan penelitian dan publikasi bersama mahasiswa karena banyak hasil penelitian tugas akhir mahasiswa yang bagus-bagus,” ujar Husamah.

“Faktanya, di prodi kami ada puluhan karya mahasiswa yang dipublikasikan di prosiding dan jurnal terindeks SCOPUS setiap tahunnya. Inilah kiranya yang mendorong tingginya skor Prodi kami disbanding prodi lain di UMM dan di Indonesia”, tutup Husamah. (lis/red)