Kiprah Wendika, Berjibaku Usaha Reparasi Kamera di Tengah Pandemi

Foto: Wendika Suistiyo. (ist)

BACAMALANG.COM – Banyak bidang usaha gulung tikar saat pandemi terjadi, namun beruntungnya usaha reparasi kamera milik Wendika Suistiyo di Kepanjen Kabupaten Malang, tetap eksis.

“Alhamdulillah, usaha saya masih bertahan meski pandemi menjangkit. Saya memulai usaha ini sejak tahun 2012,” terang Wendika Suistiyo memulai cerita kisah usahanya.

Wendika menceritakan, kali pertama membuka usaha jasa reparasi berlokasi di Desa Talangagung Kecamatan Kepanjen dan bertahan 3 bulan.

Selanjutnya ia pindah lokasi ke Stadion Kanjuruhan menempati kios nomer 34 sampai sekarang.

Selain memiliki kios di Stadion Kanjuruhan, ia membuka cabang di Kota Malang sejak tahun 2015 sampai sekarang.

Wendika menuturkan, dirinya membuka jasa reparasi dengan alasan karena memiliki hobi di bidang elektronika dan memiliki pengalaman service di servis resmi Sony cabang Malang.

Wendika mengungkapkan, usaha jasa reparasi ini cukup prospektif dan bahkan selalu menghasilkan profit.

Wendika menjelaskan, usaha ini berkembang dengan baik dengan menghasilkan pendapatan yang lumayan.

“Sampai sekarang sebenarnya cukup prospektif. Bisa dikatakan selalu prospek bahkan booming sejak tahun 2014 sampai awal 2020,” terang alumnus S1 Universitas Widyagama Malang Jurusan Teknik Elektro ini.

Ia memaparkan, omset per bulan rata-rata dari kios di Stadion Kanjuruhan sekitar Rp 6-7 juta. Sedangkan dari lapak di Kota Malang sekitar Rp 10-12 juta.

Omset Turun 70%

Wendika mengatakan, saat pandemi menjadi musim paceklik hingga menjadikan omset menurut tajam.

“Saat pandemi, dan penerapan PSBB omset menurun 70%. Yaitu berlangsung sekitar tiga bulan. Kami hanya mendapatkan sekitar Rp 2 juta dari kios di Kepanjen,” papar Wendika.

Wendika cukup bersabar dan memaklumi kondisi seperti ini, karena bukan hanya di bidang jasa reparasi saja yang mengalami penurunan, tapi berdampak pada semua aspek usaha.

Meski usaha reparasi sempat “tiarap” namun Wendika tetap memegang teguh nilai kemanusiaan dan belas kasihan kepada sesama.

Ia tidak serta merta memberhentikan karyawan yang telah setia ikut bekerja selama bertahun-tahun tersebut.

“Tidak memberhentikan mas, tapi mengurangi jam kerja yang semula 6 hari dalam seminggu menjadi 3 hari dalam seminggu. Mulai bulan Mei sampai Juni,” ujar Wendika.

Wendika mempunyai beberapa karyawan yaitu total 4 orang. Tiga karyawan ditempatkan di Kota Malang, dan satu di Kepanjen Kabupaten Malang.

Intensif “SHOMU”

Karena aktifitas reparasi kamera berkurang akibat dampak pandemi, maka mengisi waktu luang Wendika intensif menjalankan SHOMU alias Shodaqoh Ilmu.

“Yang saya lakukan saat pandemi adalah berbagi ilmu dengan memberikan tutorial servis kamera digital pada channel YouTube Wendika Suistiyo,. Yah sekedar Shomu atau shodaqoh ilmu,” terang Wendika.

Hingga kini subscriber dari link video tutorial servis kamera di yutub milik Wendika semakin banyak.

Ia tidak segan-segan menjalankan program give away dengan memberikan gimmick, berupa pulsa, atau souvenir istimewa lainnya secara gratis kepada pengikut link dan pemberi komentar di link video tutorialnya.

Optimis dan Prospektif

Wendika tetap positif thinking dan optimis jalani usaha jasa reparasi karena pemain di bidang ini masih sedikit, sementara permintaan (demand) cukup tinggi.

“Saya yakin usaha service kamera ini masih bisa berjalan, dikarenakan di Kabupaten Malang utamanya bagian Selatan belum ada service kamera digital. Dan di Kota Malang hanya ada beberapa saja,” tegas Wendika.

Wendika memberikan saran kepada warga Malang Raya agar tetap optimis menjalani masa new normal.

“Saran saya saat pandemi ini semestinya Kita selalu menjaga kesehatan tubuh dan menerapkan hidup sehat. Dan harapan saya untuk semua masyarakat selalu mematuhi protokol pencegahan Covid-19 supaya pandemi ini segera berakhir,” terang Wendika.

Khusus untuk generasi muda, Wendika berpesan untuk selalu berfikir kreatif mencetuskan ide-ide yang menarik.

“Bagi yang diberhentikan sementara dari pekerjaannya jangan patah semangat dan terus berjuang,” pungkas Wendika. (Had/Red)