Begini Cara Hero Tito Membunuh Kerinduan Keluarga

Foto : Hero Tito melatih tinju. (ist)

BACAMALANG.COM – Bekerja jauh dari keluarga di tengah suasana masih pandemi, menjadi sebuah kisah kehidupan unik-menarik yang pantas dijadikan penghibur dan pembangkit optimisme di tengah maraknya berita tentang korupsi dan gosip artis.

Masih ingatkah dengan Hero Tito petinju multitalenta asal Malang yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia?

Kini sang petinju peraih sabuk juara dunia kelas Lightweight atau ringan (61,2 kg) versi badan dunia WPBF (World Professional Boxing Federation) ini juga mengisi aktifitasnya dengan menjadi pelatih tinju.

“Terus terang saya juga manusia biasa yang sering rindu keluarga. Selain menjadi youtuber, saya juga melatih tinju. Itung-itung lumayan bisa membunuh rasa sepi dan rindu keluarga,” tandas pemilik nama asli Heru Purwanto, Minggu (30/8/2020).

Seperti diketahui, pria mantan juara nasional selama empat kali di kelas 57,1 kilogram versi KTPI dan KTI dan di kelas junir 58,9 kilogram versi KTPI dan KTI ini, sekarang menjadi instruktur gym di tambang gas di Teluk Bintuni Papua Barat.

Pria yang pernah menjadi tukang parkir, satpam, sopir taksi online dan ASN honorer ini, menuturkan dirinya merasa wajar mengalami kangen berat sama keluarga.

“Karenanya saya sering berkomunikasi terus. Setiap waktu dan setiap saat. Jadi kangennya terobati. Tentunya juga tidak sampai mengganggu pekerjaan utama,” terang pria yang memulai karir bertinju sejak usia 12 tahun i ni.

Peraih medali emas di usia belia di kelas Layang Ringan 45 kilogram ini. menjelaskan, cara mengobati rindu adalah saling memberikan suport . Memberi penjelasan jika semua ini dilakukan demi masa depan anak-anak.

“Jadi saya mikir fokus ke depan saja. Dengan kesibukan kerja dan berlatih komunikasi lancar itu sudah membunuh rasa rindu,” jelas pria yang pernah menggadaikan mobil demi ikut kejuaraan internasional tinju di Tiongkok ini.

Melatih Tinju

Saat ini Hero Tito juga mengajar tinju para karyawan tambang SKK Migas. “Alhamdulillah saya bersemangat melatih tinju. Mulai bule dari negara Italia, Inggris, Amerika, Australia dan Selandia Baru,” ujar ayah dua anak ini.

Terkait perkembangan ngeyou tube, ia mengatakan masih terus menjalankannya.

“Saya bersyukur sekarang jumlah subscriber sudah 250 dalam 1 bulan ini. Karena saya membuat akun youtube baru 1 bulan,” jelas Hero Tito.

Terkait apa sudah mendapat uang dari yutub, ia menjawab masih belum termonetesasi karena subscribe masih sedikit dan jam tayang baru 10% dari persyaratan youtubenya.

Pisang Champion

Hero Tito bersyukur karena dikaruniai istri yang tekun menjalankan usaha sampingan.

Saat ini istrinya menjalankan bisnis kecil-kecilan berjualan pisang goreng, namanya Pisang Champion.

“Alhamdulillah produk Pisang Champion sudah tersedia di go food.dan dalam waktu dekat tahun ini akan membuat coffe shop di Kota Malang. Tempatnya masih dirahasiakan biar surprise,” papar Hero Tito.

Prihatin Pandemi

Hero Tito menuturkan, dirinya merasa prihatin dengan adanya pandemi. “Saya prihatin adanya pandemi. Di Papua masih lockdown di beberapa kota, seperti Sorong dan Jayapura,” imbuh Hero Tito.

Hero mengaku sangat prihatin dengan pandemi. “Sebelum pandemi jadwal kerja saya 6 minggu kerja 2 minggu cuti. Namun dengan adanya pandemi ini jadwal berubah menjadi 2 minggu karantina, 8 minggu di Papua dan 2 minggu cuti ke Malang,” urai Hero Tito.

Hero mengungkapkan, dampak pandemi di Papua sangat mengganggu semua operasional dan menata ulang semua jadwal yang sudah tersusun rapi.

“Harapan saya pandemi ini segera berlalu dan hilang dari negara tercinta ini (Indonesia) ,supaya orang bisa menjalani aktifitas dengan normal dan perkembangan ekonomi kembali baik,” pungkas Hero Tito. (had)