Wow Keren, Tanam Padi Sistem Rakit Apung ala Basiri

Foto: Budidaya padi sistem rakit apung ala Basiri. (ist)

BACAMALANG.COM – Pandemi memicu krisis dan keterpurukan di segala sektor kehidupan, termasuk mengancam berkurangnya ketersediaan pangan.

Namun kondisi pandemi tidak menyurutkan Pencipta budidaya Pertanian Padi Sistem Hidroganik lewat Bengkel Mimpi yang berada di Desa Kanigoro Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang terus melakukan inovasi.

Masih hangat dengan kesuksesan inovasi sistem budidaya padi secara Hidogranik, kini Basiri melakukan inovasi baru yaitu budidaya penanaman padi sistem rakit apung yang berjalan sukses.

Keunggulan Sistem Rakit Apung

Basiri menjelaskan setidaknya ada tiga (3) keunggulan sistem budidaya rakit apung yaitu hemat air, hemat listrik, dan bisa dilakukan budidaya padi dimana saja.

Basiri mengungkapkan hasil yang didapat bisa sama dengan sistem penanaman konvensional di atas tanah.

Terkait investasi dinilai agak mahal dan sumber air harus diperhatikan serius, dibandingkan dengan kalau dilakukan penanaman budidaya di lahan kering.

Saat ini Basiri melakukan budidaya pada lahan dengan luas 2 m × 15 m. Dalam satu media tanam, maka dapat diisi sebanyak 2- 3 biji (benih) padi.

Sementara untuk jenis padi yang ditanam adalah IR 64. Sedangkan untuk menyuburkan tanaman, dipergunakan limbah kotoran ikan Lele.

“Meski butuh biaya agak besar, tapi pasti masih bisa dijangkau karena tidak begitu mahal. Maklum kalau untuk pertama memulai, namun untuk selanjutnya kan sudah tidak mengeluarkan biaya lagi untuk pembuatan instalasi tanam,” papar Basiri.

Basiri mengungkapkan, dirinya berkeyakinan semua orang bisa menjalankan budidaya ini. Karena metode ini lebih gampang.

“Harapannya banyak yang mencontoh karena mudah dijalankan. Semoga kreasi Kami bermanfaat untuk semua orang untuk mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan warga sekitar,” pungkas Basiri. (had)