Diduga Jadi Koordinator Pembagian Beras, Sujud Pribadi Dilaporkan Tim Hukum SANDI

Tim Hukum SANDI menerima berita acara usai melaporkan Sujud Pribadi di Bawaslu Kabupaten Malang (ist)

BACAMALANG.COM – Tim Hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto alias SANDI melaporkan Sujud Pribadi ke Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Malang.

Mantan Bupati Malang dilaporkan Tim Hukum SANDI lantaran diduga yang bersangkutan menjadi koordinator pembagian beras atas nama pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono alias LADUB.

Bagi-bagi beras dilakukan di Desa Banjarejo dan Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Minggu (29/11/2020). Ada dua unit truk yang digunakan untuk mengangkut sekitar 15 ton beras.

Sujud tidak membagikan secara langsung namun melalui seorang mantan kepala desa berinisial SB. SB diduga ditunjuk sebagai koordinator lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap orang mendapatkan jatah 5 kilogram beras. Selain SB, diduga ada beberapa orang mantan kepala desa yang dilibatkan.

Achmad Hussairi SH dan Rudi Santoso SH ditunjuk untuk membuat laporan secara resmi ke Bawaslu Kabupaten Malang di Jalan Trunojoyo, Kota Kepanjen, Senin (30/11/2020).

Ketua Tim Hukum SANDI, Agus Subyantoro SH menerangkan, bagi-bagi beras tersebut telah melanggar Pasal 187a ayat 1 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang tindak pidana Pemilu.

“Saya berharap laporan ini segera ditindaklanjuti oleh Bawaslu dengan memanggil terlapor,” kata pria yang juga Ketua Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Malang.

Terlepas dari persoalan bagi-bagi beras, Agus merasa kecewa dengan apa yang dilakukan Sujud. Terlebih, Sujud yang bertahun-tahun lamanya dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang 2020 justru membelot mendukung LADUB.

“Pada saat Rakercabsus penyerahan surat rekomendasi beliau juga hadir dengan memakai baju batik logo banteng dan duduk semeja dengan pengurus DPC PDI Perjuangan se-Malang Raya dan Calon Bupati yang diusung. Bahkan dalam pidato sambutan saat penyerahan rekomendasi oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Dr Ahmad Basarah, mengapresiasi kehadirannya. Namun dalam kenyataannya yang bersangkutan ternyata membelot dan mengkampanyekan pasangan LADUB,” Agus mengungkapkan kekecewaannya. (mid/yog)