Krisdayanti: Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor untuk Percepat Eliminasi AIDS

Foto: Krisdayanti. (ist)

BACAMALANG.COM – Saat ini diperlukan upaya meningkatkan kolaborasi sinergisitas lintas sektor dan lintas program dalam mencapai target eliminasi AIDS di tahun 2030 nanti.

Hal ini dikatakan Krisdayanti Anggota DPR RI Komisi IX selaku Keynote Speaker dalam seminar online yang digelar oleh Warga Peduli AIDS (WPA) Turen, Cahaya Care dan PUSDIVA (Pusat Studi HIV-AIDS) STIKes Kepanjen, Minggu (29/11/2020).

“Perlunya meningkatkan kolaborasi sinergisitas lintas sektor dan lintas program dalam rangka mencapai target eliminasi AIDS di tahun 2030 nanti,” tutur Krisdayanti.

Diva Indonesia ini mengungkapkan, sebagai wakil rakyat dirinya akan terus berkomitmen membantu berjejaring dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS khususnya di Wilayah Kabupaten Malang dan sekitarnya.

Tiga Agenda Peringatan AIDS

Seperti diketahui, WPA, Cahaya Care Turen, kelompok yang menaungi edukasi HIV AIDS dan membina ODHA serta Waria di wilayah Kecamatan Turen dan sekitarnya memperingati Hari AIDS Sedunia 2020 menyelenggarakan Seminar Online berkerjasama dengan PUSDIVA (Pusat Studi HIV-AIDS) STIKes Kepanjen.

Situasi pandemi covid-19 ini membuat rangkaian Hari AIDS Sedunia 2020 menjadi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Sehingga tahun ini Hari AIDS sedunia diadakan tiga agenda kegiatan yaitu Webinar Amal seminar Minggu (29/11/2920). Rangkaian kedua, Selasa tepat acara puncak tanggal 1 Desember 2020 adalah penyaluran donasi dan pendistribusian paket sembako kepada ODHA Yayasan CAKAP WPA Turen dari Badan KB dan Duta Genre Kabupaten Malang serta Dinas Sosial Kabupaten Malang

Hari AIDS Sedunia yang tepat jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati dalam rangka untuk selalu mengingatkan bahwa kasus HIV-AIDS masih ada di tengah-tengah Kita.

Karenanya diharapkan semua pihak harus terus berupaya dalam melaksanakan tindakan-tindakan pencegahan serta bersama-sama mengkampanyekan dukungan terhadap orang dengan HIV-AIDS (ODHA) di masa pandemi ini.

Pentingnya Strategi STOP

Strategi STOP yaitu Suluh Screening deteksi dini, Temukan, Obati serta Pertahankan menjadi tantangan bagi pemegang program penanggulangan HIV-AIDS apalagi ditambah beban pandemi Covid-19 ini.

Acara terakhir ditutup dengan kegiatan outbond dan renungan ODHA sesuai protokol kesehatan yang diadakan di Kota Batu.

Webinar seminar online yang telah diselenggarakan diikuti sekitar 397 peserta yang terdaftar. Kegiatan ini terselenggara atas dukungan support dari STIKes Kepanjen, mahasiswa-mahasiswi PUSDIVA Pusat Studi HIV-AIDS STIKes Kepanjen, KPA Kabupaten Malang, PPNI, Komunitas Turen Bersatu, Puskesmas Turen, Srikandi Turen, RS WAVA Husada, RS Pindad, serta Kelompok Dukung Sebaya ODHA Turen, Waria Peduli AIDS Turen, dan KPA Kabupaten Malang.

Produktif Beraktifitas

Adi Purwanto, SKM., MM dalam sambutannya menyampaikan meskipun hanya pertemuan secara daring online kegiatan ini bertujuan menjadi upaya reflektif/pengingat untuk terus termotivasi bagi ODHA bahwa Kita bisa bertahan hidup tetap produktif dari tahun ke tahun meskipun dengan kondisi pandemi dan ada virus HIV di tubuh Kita.

Hal ini diamini oleh Ketua WPA Turen, Tri Nurhudi Sasono mengatakan Hari AIDS sedunia bukan sekedar upaya refleksi semata, namun pada saat yang sama juga mengingatkan kepada masyarakat khususnya untuk patuh terhadap protokol kesehatan tetap patuh memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak.

Dalam menutup sambutannya KPA Kabupaten Malang juga menyerahkan pemenang Duta HIV-AIDS tahun 2020 kepada Ana Lailatul Jannah mahasiswi prodi D-III Keperawatan STIKes Kepanjen, yang akan mengemban tugas bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di wilayah Kabupaten Malang.

Kegiatan Hari AIDS Sedunia 2020 mengangkat tema : “Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas menuju akhir AIDS 2030”.

Narasumber lainnya, Misutarno ,S.Kep.Ns, M.Kep. selaku kepala ruang khusus HIV di RSUD dr.Soetomo Surabaya berpesan kepada para generasi muda penerus profesi keperawatan menjelaskan apa itu HIV dan model pendampingan kepada ODHA di tatanan rumah sakit.

Pria yang juga Sekretaris Persatuan Perawat Indonesia Wilayah Jawa Timur menambahkan guna mencapai eliminiasi akhir AIDS 2030 masyarakat harus benar-benar menunjukkan komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. (tri/had)