Sambut Masa Tenang Pilkada, Satgas Politik Uang Dibentuk

Ilustrasi (Antara News/Ridwan Triatmodjo)

BACAMALANG.COM – Pekan ini Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Malang bakal masuk tahapan masa tenang. Tahapan kampanye berakhir pada Sabtu (5/11/2020).

Menyambut datangnya tahapan masa tenang, Satuan Tugas Politik Uang atau Money Politics dibentuk. Pembentukan Satgas Politik Uang dilakukan untuk antisipasi timbulnya kecurangan-kecurangan yang dilakukan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati maupun tim pemenangan.

Kepala Kepolisian Resor Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Umar menyampaikan, pada masa tenang merupakan waktu yang rawan timbulnya praktik-praktik kotor dalam Pilkada.

“Tujuan mereka ini menghalalkan segala cara untuk mengajak orang memilih pasangan calon yang mereka inginkan dengan memberikan sejumlah uang. Ini peringatan bagi oknum-oknum yang ingin melakukan money politics bahwa kami tidak akan tinggal diam,” tegas Hendri, Senin (30/11/2020).

Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat menambahkan, politik uang sangat mencederai pesta demokrasi. Hendri menegaskan, hak suara masyarakat tidak dapat ditukar dengan apapun.

“Jangan sampai kepentingan lima tahun kedepan hanya ditukar uang seratus ribu dan dua ratus ribu atau beras lima liter saja. Indikasi money politics itu ada, sudah kita lakukan pemetaan. Apabila terbukti kita tangkap dan proses lebih lanjut,” terangnya.

Terpisah, Komandan Komando Distrik Militer 0818 Kabupaten Malang – Kota Batu, Letnan Kolonel Infanteri Yusub Dody Sandra mengatakan, pada masa tenang yang patut diwaspadai adalah kampanye terselubung yang dilakukan pasangan calon maupun tim pemenangan.

“Pada masa tenang nanti yang perlu kita waspadai adalah kampanye secara virtual dari pasangan calon. Mungkin yang perlu kita waspadai itu, kampanye virtual bisa lewat whattsap, telegram, Instagram dan lain sebagainya,” kata Yusub.

Yusub pun berujar, masyarakat harus menggunakan hak pilihnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Bersama Polres Malang, Bawaslu dan KPU, kami berharap Pilkada harus benar-benar jujur, adil. Masyarakat harus senang dan aman dalam memberikan hak pilihnya,” Yusub mengakhiri. (mid/yog)