19 Tahun Tempati Lahan, 45 Warga Desa Tulungrejo Batu Digugat

Foto: Para warga tergugat saat mendatangi kantor advokat Suliono SH. (yga)

BACAMALANG.COM – Sebanyak 45 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami lahan seluas 4.731 M2 di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu digugat ke Pengadilan Negeri Kota Malang. Penggugatnya adalah dr Wedya Julianti, warga Jl Bromo, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Gugatan ini dibenarkan oleh seorang warga yang turut tergugat, Subagio. Ia menjelaskan, nilai gugatan Rp 10.550.000.000,- atas tanah yang sudah di tempati warga sejak 19 tahun ini diketahui pada 14 Januari 2021 lalu. 

“Lahan yang digugat tersebut sudah berdiri rumah, untuk tempat tinggal dan usaha. Selain itu juga berdiri fasum hingga tempat ibadah,” kata Subagio, yang diamini oleh warga lainnya.

Lanjut dia, warga sebenarnya sudah beritikad baik untuk melakukan ganti rugi sesuai dengan kesepakatan dengan dr Wedya Julianti. Harga yang disepakati yakni Rp 750 ribu untuk setiap meter.

“Warga menyetujui angka itu, hingga ada 7 KK yang sudah membayar DP dengan total uang sekitar Rp 84 juta. Yang lain menyusul karena menyesuaikan kemampuan, karena warga kan mayoritas bekerja sebagai buruh tani,” paparnya.

Namun berjalannya waktu, terang Subagio, DP yang sudah diberikan itu akhirnya dikembalikan lagi oleh penggugat tertanggal 05 Agustus 2020. “Selanjutnya, muncullah gugatan untuk warga yang menempati lahan tersebut.

Terkait asal muasal lahan tersebut, ia menyebut jika dirinya dan warga lainnya diminta menempati lahan tersebut oleh seorang tokoh masyarakat saat itu. “Waktu itu masyarakat tidak mengetahui kalau tanah itu punya orang, dan warga waktu itu yang menyuruh menepati lahan ya tokoh masyarakat pada 19 tahun yang lalu, beliau sudah almarhum,” tandasnya.

Kepala Desa Tulungrejo Suliyono menjelaskan, sebenarnya warga sudah sepakat membeli dengan harga Rp 750 ribu/m2. Namun, kata dia, kemampuan setiap warga memang berbeda. Untuk itu, mereka berharap ada bantuan dari pihak ketiga untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Mereka butuh orang ketiga (perbankan _ red). Jadi ada yang bayari dulu, dan warga mengangsur ke Bank. Ya semoga ada solusi titik temu dan jalan keluarnya,” terang Kades dua periode ini.

Sementara itu, kuasa hukum yang ditunjuk oleh Warga Tulungrejo berharap agar permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan mediasi hingga kekeluargaan. “Saya minta ini diselesaikan kekeluargaan, secara baik, demi Warga Desa Tulungrejo semuanya. karena mereka ini menempati bukan satu hari dua hari, tapi sudah hampir 20 tahun. Dan baru baru timbul masalah seperti ini,” tandas Suliono SH & Partner. (yga/red)