Sering Difitnah di Medsos, Warga Wajak Lapor Polisi

Foto: Khusairi, S.H. dan rekan saat mendampingi pelapor. (ist)

BACAMALANG.COM – Karena kesabaran sudah habis sebab menjadi korban dugaan fitnah, Sri Lestari (36) warga Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, melaporkan Sri Yunita alias Ezra Yunita (40), warga Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang ke polisi.

“Iya sudah Kami laporkan dan saat ini sudah ditangani oleh pihak Kepolisian,” kata kuasa hukum korban, Khusairi, S.H.

Sekilas informasi, kasus dugaan penghinaan dan fitnah yang menyerang secara pribadi Sri Lestari ini, diduga dilakukan secara terus menerus oleh Sri Yunita alias Ezra Yunita melalui masengger Facebook dan chatting WhatsApp yang disebarkan ke beberapa orang.

Pelaporan yang dilakukan oleh Sri Lestari ke Kepolisian Resor Malang ini didampingi oleh tiga Kuasa Hukumnya yaitu Khusairi, S.H, Fathul Qorib, S.H dan Luqman, S.H.

Salah satu Kuasa Hukum Sri Lestari, Khusairi, S.H mengatakan, kasus penghinaan dan fitnah yang menyerang nama baik kliennya melalui media sosial sudah dilaporkan ke Polres Malang pada Jumat (29/1/2021).

Dasar UU ITE

Sementara Fathul Qorib, S.H yang juga salah satu Kuasa Hukum Sri Lestari mengatakan, penghinaan dan fitnah yang dilakukan oleh Sri Yunita alias Ezra Yunita ini terancam UU ITE.

“Karena penghinaan dan fitnah yang dilakukan oleh terlapor ini dilakukan melalui media sosial, maka yang kami jadikan dasar Pasal 27 ayat (3) UU ITE dimana ancaman pidananya paling lama 4 tahun,” imbuhnya.

Kasus dugaan penghinaan dan fitnah terhadap kliennya ini sudah berlangsung sejak 2019. Namun baru dilaporkan ke polisi pada Jumat siang.

Awalnya, kata Fathul Qorib, S.H, kliennya mencoba bersabar dan tidak akan melaporkan kasus tersebut. Namun setelah dibiarkan, Sri Yunita alias Ezra Yunita bukannya diam, ia malah menjadi-jadi hingga akhirnya kami bawa ke proses hukum.

“Sebenarnya, klien saya tidak ingin melapor. Sri Lestari itu awalnya cukup sabar, tapi pelaku malah makin hari makin jadi dan melakukan fitnah secara terus menerus dan tidak bisa ditoleril lagi. Namanya juga Klien Kami ini manusia biasa, pasti ada emosi, marah dan sebagainya. Makanya dilaporkan ke polisi,” pungkas Fathul Qorib. (*/had)