Dewan Nilai Lockdown Kabupaten Malang Belum Urgen

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Kabupaten Malang telah menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang termasuk dalam zona merah Coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Berbagai kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sudah dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Antisipasi-antisipasi untuk menghadapi skenario terburuk, seperti lockdown, juga disiapkan.

Namun, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Malang berpandangan bahwa opsi lockdown tersebut masih belum darurat untuk diambil.

“Untuk sementara ini masih belum secara keseluruhan. Tetapi kalau saya, ini (lockdown) di wilayah-wilayah tertentu. Artinya, sektoral saja, yang menurut saya penting,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, belum lama ini.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP ini menambahkan, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menerapkan lockdown tersebut.

“Seperti katakanlah Dau. Itu dimana yang disiapkan lockdown? Ya pada area 250 atau 500 meter persegi, tujuan dan maksudnya apa? Agar masyarakat ini terbatasi komunikasi satu dan lainnya, kemudian masyarakat bisa mengisolasi diri,” jelasnya.

“Disamping itu ada pendampingan yang memang harus dilakukan oleh pejabat terkait. Siapa? Mulai Dinas Kesehatan, keamanan. Termasuk didalamnya dari perguruan tinggi. Kenapa? Itu penting karena perguruan tinggi menjadi sarana, karena melalui ini bisa mengurai semua permasalahannya, dikomunikasikan dengan teman-teman psikologi, psikiater. Kalau dokter bisa disampaikan juga di fakultas kedokteran. Ini kepentingan kita disana,” Didik mengakhiri. (mid/yog)