Ketika Advokat Begitu Prihatin dengan Tingginya Tingkat Perceraian

Advokat dari Kantor Hukum AS Law, Lukman Hadi Wijaya SH (ist)

BACAMALANG.COM – Salah seorang advokat atau pengacara di Kabupaten Malang merasa prihatin dengan tingginya angka perceraian di wilayah berpenduduk lebih dari dua juta jiwa itu.

Dia adalah Lukman Hadi Wijaya SH. Lukman bukanlah anak kemarin sore bila berbicara perkara perceraian. Jam terbangnya sudah cukup tinggi.

Sebagai seorang manusia biasa, advokat pun memiliki humanisme tinggi. Melihat kondisi sebuah keluarga yang gagal bukanlah hal yang mengenakan.

Pria yang tergabung di Kator Hukum AS Law bilang, saben hari ada lebih dari 100 sidang perceraian di Pengadilan Agama Kabupaten Malang.

“Jika dalam satu bulan perhitungan 26 hari, jumlah perceraian setidaknya ada 1.560 perkara,” ujar Lukman, Rabu (31/3/2021).

Lukman melanjutkan, klien yang memberikan kuasa kepada dirinya memiliki alasan bermacam-macam kenapa memilih mengakhiri sebuah hubungan pernikahan. Masalah klasik, ekonomi jadi latar belakang utama kandasnya hubungan pernikahan.

“Sekitar 80 persen klien yang saya tangani mengaku kalau masalah ekonomi jadi sebab mereka memutuskan untuk bercerai. Sisanya, ada penganiayaan, perselingkuhan dan lainnya,” tuturnya.

Menurut Lukman, fenomena ini perlu disikapi secara serius oleh semua pihak. Hematnya, sebelum seseorang memutuskan untuk menjalin hubungan pernikahan, perlu adanya edukasi.

“Atas dasar itu, pemerintah seharusnya lebih memperhatikan fenomena ini,” Lukman mengakhiri. (mid/red)