Politisi PDIP Ini Minta Generasi Muda Lanjutkan Cita-cita Luhur Bung Karno

Foto: Politisi PDIP, Dr Sri Untari MAP. (ist)

BACAMALANG.COM – Tahun 1945 menjadi lembaran baru bangsa Indonesia bersama dengan para pejuangĀ dan Kusuma Bangsa.

Sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno atau yang dikenal dengan Bung Karno, telah membangun konsepsi Kemerdekaan untuk mengangkat harkat dan martabat Bangsa Indonesia.

Harapan dan cita-cita itu dijabarkan oleh salah satu Politisi PDIP yang menjabat sebagai Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari MAP.

“Berdirinya Republik ini tidak lepas dari keberanian dan tekat bulat Bung Karno untuk melepaskan diri dari seluruh bentuk penjajahan”, terang Sri Untari, Minggu (31/5).

Ia menjelaskan, bahwa tanggal 1 Juni yang juga ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila itu sekaligus bagi keluarga besar PDI Perjuangan dan seluruh rakyat Indonesia bulan Juni adalah Bulan Bung Karno.

Untari menegaskan, bahwa sebagai generasi yang menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai sejarah, wajib bagi seluruh generasi ini untuk mengenang sang Proklamator.

“Bulan Juni ditetapkan hari lahirnya Pancasila, dan sebagai Bulan Bung Karno. Pada Bulan Juni beliau lahir, membacakan Pancasila dan  beliau juga wafat pada Bulan Juni. Makanya  tidak berlebihan jika seluruh bangsa ini memberikan penghormatan atas jasa Bung Karno”, katanya.

Politisi PDIP ini menambahkan, salah satu bentuk penghormatan saat Pandemi Covid 19 berlangsung berupa ajaran cinta tanah air dan bangsa Indonesia adalah dengan cara memupuk keperdulian sosoial di tengah masyarakat.

“Kita diberi kesempatan untuk bisa mengisi kemerdekaan, tentunya dengan berdoa kepada Tuhan, agar jasa Bung Karno dicatat sebagai amalan yang mulia. Selain itu kita juga harus memiliki kepekaan sosial yang telah di contohkan Bung Karno”, imbuh Untari.

Warisan luhur Bung Karno adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI), dan Pancasila, ini tentunya harus terus dijaga. Bangsa ini tidak boleh terpecah belah karena kepentingan tertentu. 

“Pancasila telah menjadi dasar dan pemersatu bangsa, makanya kita harus bersatu,  terlebih menghadapi situasi seperti ini. Sebagai pengagum ajaran Bung Karno, kita harus bekerjasama saling  membantu dan bergotong royong untuk menolong yang lemah. Karena salah satu ajaran Bung Karno, adalah gotong royong untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini”, imbuh Sri Untari.

Lebih lanjut, Sri Untari berharap akan kewajiban sebagai generasi muda yakni meningkatkan Sumber Daya Manusia  (SDM) untuk terus belajar dalam kerangka membangun NKRI. Ia menilai kokohnya NKRI harus didukung dengan SDM yang kuat.

“Pemikiran Bung Karno adalah bagaimana bangsa ini menjadi sejahtera. Karena itu sebagai generasi penerus wajib memperjuangaman cita-cita tersebut,” pungkas Sri Untari. (lis/red)