Debat Publik Pertama, SANDI Diuntungkan Status Petahana

Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1, Sanusi dan Didik Gatot Subroto memberikan keterangan usai debat publik (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Debat publik Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang tahap pertama telah usai digelar, Jumat (30/10/2020).

Dalam debat yang berjalan cukup alot, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut 1, HM Sanusi dan Didik Gatot Subroto alias SANDI, cukup cakap dalam penyampaian visi misinya.

Salah satu yang disampaikan Sanusi terkait program Malang Makmur untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang kedepan. Kesejahteraan masyarakat jadi salah satu yang diunggulkan SANDI.

Tidak hanya itu, terkait bidang pariwisata, SANDI mengklaim jika dibawah kepemimpinan mereka nanti, bakal ada kemajuan yang signifikan. Untuk menuju kemajuan pariwisata di Kabupaten Malang, menurut SANDI, perlu diimbangi dengan pembangunan infrastruktur penunjang yang mumpuni.

Dicontohkan Sanusi, saat ini di Ibukota Kabupaten Malang, Kepanjen, pembangunan hotel bintang lima sudah berjalan.

“Dengan adanya hotel bintang lima ini, maka tentu akan menambah PAD (pendapatan asli daerah, red) Kabupaten Malang, yang nilainya sebanyak Rp 12 triliun dari pajak hotel dan restoran,” ujar Sanusi.

Sanusi menambahkan, untuk pengentasan kemiskinan, dirinya sudah menyiapkan strategi yang dituangkan dalam program besar Malang Makmur.

Sementara terkait penanganan Coronavirus disease 2019 atau Covid-19, Sanusi bisa sedikit jumawa. Status petahana yang disandangnya, membuat Sanusi sedikit unggul ketimbang calon lainnya.

“Sebelum saya ambil cuti, hal itu sudah saya lakukan. Dan buktinya. Sempat selama empat hari sejak 26 Septmeber 2020, Kabupaten Malang zero Covid-19 dan tidak ada penambahan pasien. Itu yang saya lakukan,” Sanusi menutup. (mid/yog)