Ngaku Karyawan BRI Syariah, Wanita Muda Ini Tipu Puluhan Orang Hampir 2 Miliar

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar (dua dari kiri) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka Metha (Dhimas)

BACAMALANG.COM – Metha Yuniarti warga Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang menipu puluhan orang setelah mengaku sebagai karyawan Bank Rakyat Indonesia Syariah.

Kepala Kepolisian Resor Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendri Umar menyampaikan, wanita muda 30 tahun ini sudah hampir satu tahun menjalankan aksinya. Metha beraksi secara individu. Kerugian yang timbulkan akibat aksi Metha itupun mencapai angka hampir Rp 2 miliar.

“Tersangka ini mengaku sebagai karyawan BRI Syariah di Kota Malang. Yang bersangkutan melakukan sendiri, tidak ada yang membantu. Dari keluarga juga tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan yang bersangkutan,” kata Hendri, dalam rilis di Mapolres Malang, Sabtu (31/10/2020).

Lanjut mantan Kasubbag Bungkol Spripim Polri, ada tiga modus operandi yang dilancarkan tersangka Metha. Para ‘nasabah’ dikibuli agar mau menyetorkan uang untuk berbagai tawaran yang diajukan tersangka.

“Ada 51 orang diyakinkan untuk deposito uangnya. Si tersangka membuatkan sertifikat deposito, seolah-olah ini sertifikat faedah dari BRI Syariah, padahal bukan. Rentang setorannya berkisar antara 5 sampai 50 juta. Kedua, tersangka juga berupaya meyakinkan korbannya untuk simpanan pendidikan. Ini ada 14 orang yang tertipu. Ada juga yang tabungan haji, ini ada 4 orang. Ini lumayan setorannya, sampai 80 juta, dibuatkan paspor dan kwitansi. Semua menggunakan logo BRI Syariah, dia buat menggunakan printer sendiri,” sambung Hendri.

Hendri pun menyebut, apa yang dilakukan tersangka tidak lebih dari investasi fiktif. Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat menerangkan, Metha bakal dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 KUHP tentang penggelapan. Adapun ancaman hukumannya 4 tahun penjara.

“Ini terus digali rekan-rekan penyidik, kemana uang ini mengalir. Masih banyak juga korban yang belum melapor,” Hendri mengakhiri.

Sementara tersangka Metha mengaku bahwa aksi yang dilakukannya memang melanggar hukum. Metha pun menyesali apa yang telah diperbuatnya.

“Ya gak boleh sebenarnya. Saya putar uangnya. Saya ngaku sebagai karyawan di BRI Syariah Kawi (Jalan Kawi Kota Malang, red), padahal tidak,” ujar wanita dua anak. (mid/yog)