Gunung Semeru Erupsi, Warga Kabupaten Malang Rasakan Hujan Abu - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 9 Apr 2025 00:05 WIB ·

Gunung Semeru Erupsi, Warga Kabupaten Malang Rasakan Hujan Abu


 Gunung Semeru mengalami erupsi, dan Warga Kabupaten Malang merasakan hujan abu. (ist) Perbesar

Gunung Semeru mengalami erupsi, dan Warga Kabupaten Malang merasakan hujan abu. (ist)

BACAMALANG.COM – Gunung Semeru kembali erupsi, menyemburkan abu vulkanik hingga setinggi 800 meter di atas puncak Mahameru, Senin pagi (8/4/2025). Erupsi ini berdampak langsung pada warga di sekitar Kabupaten Malang, yang merasakan hujan abu ringan hingga sedang di sejumlah daerah.

Lisna Amitha, warga Tumpang, mengungkapkan bahwa abu mulai terasa usai Maghrib di sekitar rumahnya. “Iya, kemarin habis Maghrib abu terasa di sekitar Tumpang,” ujarnya. Hal serupa disampaikan Haji Toyek, warga lain di Tumpang. “Kemarin agak parah, sampai mata saya sakit terkena abu,” keluhnya.

Seperti diketahui, Mukdas Sofian, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, melaporkan terjadi erupsi pada pukul 05.41 WIB menghasilkan kolom abu putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke Utara. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 170 detik.

Sebelumnya, pada pukul 00.23 WIB, Gunung Semeru juga mengalami erupsi serupa dengan kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak. Sepanjang 24 jam pengamatan pada Minggu (6/4/2025), tercatat 57 kali gempa letusan, dua kali gempa guguran, 12 kali gempa embusan, lima kali gempa harmonik, dan tiga gempa tektonik jauh.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat terkait status waspada Gunung Semeru. Masyarakat dilarang beraktivitas sejauh delapan kilometer di sektor Tenggara Besuk Kobokan serta dalam radius tiga kilometer dari kawah puncak Mahameru karena risiko lontaran batu pijar. Potensi awan panas, guguran lava, hingga lahar hujan juga perlu diwaspadai, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga harus menghindari aktivitas pada jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kemungkinan perluasan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 556 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Viral “Pocong Begal” Dipastikan Hoaks, Polres Batu Imbau Warga Tetap Tenang

24 Mei 2026 - 19:39 WIB

Polresta Malang Kota Pastikan Isu “Pocong Begal” Hoaks, Pelaku Penyebar Kepanikan Akan Ditindak Tegas

24 Mei 2026 - 17:02 WIB

DPC PDI Perjuangan Kota Batu Lantik PAC Tiga Kecamatan, Libatkan Gen Z dan Bidik Kemenangan Total di Pemilu 2029

24 Mei 2026 - 16:42 WIB

Pencurian Kabel Trafo Padamkan Listrik di Donomulyo, PLN Percepat Perbaikan dan Perketat Pengamanan

24 Mei 2026 - 05:28 WIB

NPCI Kabupaten Malang Matangkan Program Kerja dan Struktur Organisasi 2026-2031

23 Mei 2026 - 19:08 WIB

Lapas Malang Gandeng Disdukcapil, 2.418 Warga Binaan Berhasil Direkam Biometrik

23 Mei 2026 - 18:39 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !