Adakan Lomba Desa Wisata

Caption : Pembahasan Lomba desa wisata. (ist)

BACAMALANG.COM – Sepuluh tahun lamanya Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) melakukan konsistensi dalam mewujudkan desa wisata di seluruh nusantara.

Sebelumnya, di Bulan Oktober 2020, ASIDEWI telah melakukan Ekspedisi ASIDEWI “Goes to Bumi Rafflesia” ke beberapa desa di Provinsi Bengkulu, untuk menginisiasi desa-desa.

Di tahun 2021, ASIDEWI kembali melakukan kegiatan keliling nusantara dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke-10, dengan tema ASIDEWI Celebrating Anniversary 10th “Desa Wisata Bangkit”.

Pada kegiatan ini, ASIDEWI kembali mengunjungi desa-desa yang sebelumnya dikunjungi, untuk melakukan monitoring dan evaluasi desa wisata yang pernah diinisiasi.

Pada hari ke 20 di Provinsi Bengkulu, Tim ASIDEWI melakukan rapat koordinasi terkait perkembangan desa wisata bersama dengan Gubernur Bengkulu, dan Kadis Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bengkulu di Balai Semarak Bengkulu.

Dalam rapat ini, ketua umum ASIDEWI, Andi Yuwono, Sos., M.Si yang juga menjadi satu juri dalam lomba desa wisata se-Provinsi Bengkulu, memaparkan perkembangan potensi desa wisata baru, dan desa-desa wisata yang pernah ASIDEWI kunjungi.

“Provinsi Bengkulu merupakan wilayah yang komplit,” tuturnya. Dalam rapat koordinasi ini juga membahas mengenai lomba desa wisata di seluruh Provinsi Bengkulu yang akan dilaunching pada tanggal 8 April 2021 mendatang, yang bertepatan dengan Pembukaan Musrenbang Provinsi Bengkulu.

Untuk penjurian desa wisata, pemerintah provinsi akan menggandeng Kemenparekraf, kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Kominfo, Perguruan Tinggi, dan unsur terkait.

Sementara itu, Bupati Provinsi Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, M.MA berharap lomba berjalan sukses. “Melalui kerjasama yang dilakukan dengan banyak pihak saya berharap lomba desa wisata se-Provinsi Bengkulu dapat diikuti dengan serius oleh seluruh pemerintah kabupaten dan berjalan sukses,” tandasnya.

Metode penjurian

Dalam penjurian lomba desa wisata, metode pertama yang dilakukan dengan cara virtual, yaitu dengan mengirimkan dokumen lengkap, seperti rekomendasi kepala daerah, dan persyaratan berkas-berkas lainnya.

Selain itu, metode lain yang digunakan adalah dengan turun langsung ke lokasi untuk meninjau langsung ke desa potensi desa.

Melalui koordinasi ini, diharapkan inisiasi yang diberikan ASIDEWI pada desa-desa wisata selama di Provinsi Bengkulu, dapat menggugah semangat pelaku-pelaku wisata dalam mengembangkan potensi desa masing-masing.

“Proses penilaian dilakukan pada Bulan September, sedangkan pemenang akan diumumkan pada Bulan November,” pungkas Andi Yuwono, S.Sos. (*/had)