Akademisi UB Menilai Perpanjangan PPKM Dibutuhkan Percepatan Vaksinasi dan Penyaluran Bansos

Caption : Dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Dr Riyanto M Humaniora. (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Berdasarkan riset sederhana, sebagian besar akademisi sepakat dengan adanya perpanjangan PPKM level 4 namun juga harus diimbangi dengan fokus intensif penerapan kebijakan penyaluran vaksin dan bansos. Hal ini dikemukakan akademisi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Dr Riyanto M Humaniora.

“Sesuai perkembangan kasus ledakan Covid 19, dan cara berfikir masyarakat, perpanjangan sangat dibutuhkan. Namun harus diimbangi dengan pelaksanaan Program pemerintah, fokus pada penyaluran vaksin dan bansos,” tegas Dosen Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya Dr Riyanto M Humaniora.

Berdasar Informasi di beberapa daerah sempat chaos terkait perpanjangan ini. Riyanto memberikan komentar. “Masalah politik dan ekonomi politik rupanya juga juga ikut bermain. Penting dijatuhkan sanksi yang tegas kepada para pelaku kerusuhan tersebut, utamanya aktor penggeraknya,” tuturnya.

Selanjutnya Riyanto memberikan analisa ilmiah sederhana hal ini (chaos) bisa terjadi. “Setidaknya ada dua cara berfikir masyarakat yang perlu dipahami. Pertama, disease yakni menilai jika timbulnya penyakit karena faktor medis, terapinya vaksin dan imunitas. Kedua, illness, yaitu munculnya penyakit karena kehendak Tuhan (ghaib), terapinya minta ampun pada Tuhan” urainya.

Ia memaparkan resep mensoldikan, dan membuat masyarakat patuh, dan disiplin pada prokes. “Harus ada kesadaran masyarakat, dan ketegasan pemimpin, dan hukuman. Sosialisasi tetap dibutuhkan namun lebih prioritas hal yang barusan saya sebutkan tadi,” ungkapnya.

Terkait konteks pandemi, ia mengaku berkontribusi minimal menerapkan prokes ketat untuk diri sendiri dan menghimbau keluarga serta orang dekat. “Kalau saya pribadi berupaya patuh prokes secara ketat. Saya juga ikut mengajak keluarga serta orang dekat disiplin mematuhi prokes,” imbuhnya.

“Saya berharap semuanya patuh pada prokes, vaksin dan bansos dipercepat, merata dan tepat sasaran. Sayang ironisnya dari waktu ke waktu banyak menemui hambatan,” jelasnya.

Pemerintah mulai kewalahan. Kesadaran masyarakat meninggi. Kesadaran yang dipaksa oleh pandemi itu sendiri. “Kejadian ini adalah luar biasa, maka selayaknya ditangani dengan cara luar biasa pula,” pungkasnya. (had)