Aksara Tumapel Lanjutkan Santunan, Kunjungi Dua PA

Foto: Santuni anak yatim piatu. (ist)

BACAMALANG.COM – Komunitas Aksara Tumapel memberikan santunan anak yatim piatu di dua panti asuhan di Malang Raya.

Simbolis M Taufik dari Komunitas Aksara Tumapel menyerahkan santunan anak Yatim kepada penghuni asrama paling kecil.

Pengasuh Ar- Rahman mengatakan dirinya merasa terharu dan senang Panti Asuhan didatangi dan anak anak diberi santunan oleh Komunitas Aksara Tumapel. Ia mendoakan Aksara Tumapel Istiqomah dalam membantu.

Selain ke PA Ar- Rohman Jl Kepala sawit, Komunitas Aksara Tumapel juga mendatangi beberapa yayasan Anak Yatim untuk menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai untuk anak Yatim, diantaranya Pondok Khusus Anak Yatim dan Dhu’afa Darus Sa’adah di Jalan Wukir Gg Pondok no. 186 A Temas Kota Batu Jawa Timur.

Ketua Komunitas Aksara Tumapel Liga Alam bersama Ketua Pelaksana kegiatan tahunan santunan anak Yatim M.Taufik diterima langsung oleh Ketua Pondok Darus Sa’adah H.A.Munir Fathulloh.

“Saya sangat bersyukur dengan kedatangan pengurus Komunitas Aksara Tumapel ke tempat pondok kami dengan menyantuni anak yatim serta memberi bantuan sembako. Semoga apa yang diberikan ini barokah banyak membawa manfaat bagi anak anak asuhan Pondok Darus Sa’ adah,” ujar Ustad Munir.

Dikatakannya ada 80 anak putra dan putri sedangkan diluar pondok yang menjadi tanggungan Darus Sa’ada juga banyak terutama kaum Dhu’afa yang disantuni setiap bulannya.

“Alhamdulillah berkat bantuan donatur dan lembaga lembaga dermawan lainnya, kami bisa menghidupi sekian banyak anak asuh Yatim dan Dhu’afa. Untuk setiap bulan kami harus mengeluarkan anggaran sebesar 50 Juta rupiah namun semua bisa teratasi karena kami juga punya jamaah pengajian yang selalu membantu melalui kotak amal,” tuturnya.

“Sedekah tidak akan mengurangi harta si pemberi Justru pintu rezeki terbuka melalui sedekah. Sebagaimana terdapat dalam hadits : Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim). Dalam hadist dijelaskan, sedekah tidak akan mengurangi harta. Walaupun secara fisik berkurang, namun harta yang disedekahkan akan menjadi berkah. Sehingga kekurangannya tersebut tertutupi oleh keberkahannya,” jelasnya.

“Apa yang dilakukan Komunitas Aksara Tumapel Ini harusnya menjadi contoh dan pemantik bagi komunitas komunitas lainnya,” tukasnya.

Sementara itu menurut M Taufik, Kegiatan sosial Komunitas Aksara Tumapel ini meski bertepatan dengan mewabahnya virus Covid 19 masih terlaksana juga walaupun tekniknya berbeda.

“Sesuai aturan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah daerah Malang Raya menganjurkan masyarakat untuk menerapkan social distancing atau pembatasan sosial, maka Komunitas aksara Tumapel merubah teknik penyaluran bantuan sosial berupa sembako dan uang tunai untuk anak yatim secara door to door mengunjungi panti panti asuhan anak Yatim, berbeda dari tahun lalu mengumpulkan anak yatim dan dhuafa hingga terkumpul 400 anak untuk disantuni dan buka bersama,” terang M Taufik.

Moch Taufik sangat bersyukur, kegiatan tahunan yang ke-18 ini masih bisa terlaksana meski harus mendatangi satu per satu yayasan atau panti asuhan anak yatim.

“Tahun lalu kami seperti biasa melaksanakan kegiatan pemberian santunan sekaligus mengajak berbuka bersama anak asuh dengan jajaran relawan Aksara Tumapel Malang yang dilaksanakan awal bulan Ramadhan di gedung perpustakaan jalan Besar Ijen Kota Malang, namun tahun ini kami cukup prihatin dengan musibah wabah pandemi Covid 19, sehingga kami harus jemput bola menyantuni 400 anak yang tersebar di beberapa panti di Malang Raya,” imbuhnya.

Sekilas informasi, Komunitas yang di pimpin Liga Alam bersama M Taufik ini mendatangi Panti Asuhan Yatim Piatu “Ar- Rahman” kelapa sawit 74 Kota Malang dan Panti Asuhan Yatim Dhu’afah Darus Sa’adah Kota Batu.

M Taufik datang bersama Liga Alam agenda pertama setelah sholat Jum’at ( 23/4/2021) mendatangi Panti Asuhan Yatim Piatu “Ar- Rahman” kelapa sawit 74 yang diasuh Andayani Isnawan (Aan).

Jumlah anak asuh di PA Ar-Rahman sebanyak 23 anak mulai dari TK, MI SMP, SMA. Sejak dibangun tahun
2008 mulai berdiri, baru dua tahun ini PA sangat memprihatinkan karena donatur merosot drastis.

” Ya sudah sejak tahun lalu, jadi dua Ramadhan kondisi panti serba kekurangan karena para donatur banyak yang tidak datang lagi memberi santunan,” katanya.(*/had)