Analisis Hubungan Industrial Produksi Buah Strawbery di Lumbung Strawbery Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu

Alvin  Alhamdi. (ist)

Oleh : Alvin  Alhamdi, Prodi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang
Dospen : Drs. Sulismadi, M.Si

Produksi merupakan proses menghasilkan sesuatu baik berbentuk barang maupun jasa dalam sesuatu periode waktu dan memiliki nilai tambah. Tujuan dari produksi sendiri yaitu Berupaya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, Memacu tumbuhnya usaha produksi lain sehingga dapat menyerang pengangguran. Dalam agrowisata lumbung strawbery selain memproduksi buah strawbery ke luar kota lumbung strawbery juga memproduksi olahan olahan buah strawbery, lumbung strawbery juga membantu meningkatkan pengusaha kecil atau toko dilingkungan masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian untuk kebutuhan sehari hari mereka.

Durkheim mengenai produksi dapat ditelusuri dari bukunya The Division of Labor in Society. Dalam buku itu, Durkheim menjelaskan tentang teori perubahan sosial dan mendiskusikan dua tipe masyarakat yaitu masyarakat yang berlandaskan solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Masyarakat berlandaskan solidaritas mekanik dapat dirujuk pada masyarakat pedesaan dicirikan dengan pembagian kerja yang rendah, kesadaran kolektif kuat, individualitas rendah, hukum refresif dominan, pola normative sebagai consensus terpenting dalam komunitas, dan saling ketergantungan rendah. Sedangkan masyarakat yang berlandaskan solidaritas organik dirujuk pada masyarakat kota yang ditandai pembagian kerja yang tingggi, kesadaran kolektif lemah, individualitas tinggi, hukum restitutif dominan, nilai abstrak dan umum sebagai consensus terpenting dalam komunitas dan saling ketergantungan tinggi.

Tujuan Produksi
Tujuan produksi antara lain sebagai berikut:

1. Berupaya untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.
2. Menghasilkan barang setengah jadi guna memenuhi kebutuhan produksi selanjutnya.
3. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen Meningkatkan produksi nasional dalam rangka meningkatkan kemakmuran rakyat.
4. Memproduksi barang-barang ekspor berarti meningkatkan sumber devisa Negara.
5. Memacu tumbuhnya usaha produksi lain sehingga dapat menyerang pengangguran.
6. Meningkatkan pendapatan masyarakat atau pendapatan Negara.

Lumbung Strowbery
Lumbung Stroberi merupakan salah satu Unit usaha BUMDES Raharjo, salah satu ikon khas Desa Wisata Pandanrejo. Lumbung Stroberi yang berada di Desa Pandanrejo merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi tujuan wisatawan bila berkunjung ke Kota Batu.Selain buah stroberi yang menjadi ciri khas lumbung.
Stroberi di Desa Wisata Pandanrejo dikenal dengan nama lain “Arbei” yang berasal dari Bahasa Belanda “Aardbei”. Stroberi bernama latin “Fragraria Annanasa”. Nama tersebut berkaitan dengan fragrance atau aroma. Buah Stroberi di Desa Wisata Pandanrejo berasal dari Provinsi Bali pada tahun 1970-an namun baru dikenal dan dikembangkan secara luas di Desa Wisata Pandanrejo pada tahun 1990-an. Stroberi di Desa Wisata Pandanrejo berukuran besar dengan rasa manis sedikit asam. Di tahun 1970 – 1990 an petani stroberi di Desa Wisata Pandanrejo berjualan dengan cara dipikul serta dikemas menggunakan bambu yang disebut “Tingkem”. Stroberi di Desa Wisata Pandanrejo ada beberapa jenis yaitu, Sweet Charlie, California, Holybrite, Oso Grande, dan Rosalinda yang memiliki bentuk dan rasa yang khas dari berbagai jenis tersebut.

Memasuki era milenial di tahun 2010-an, Stroberi mulai dilirik wisatawan lokal maupun asing. Dengan banyaknya wisatawan tersebut, tercetuslah potensi wisata petik stroberi di Desa Wisata Pandanrejo, lebih tepatnya berada di Dusun Pandan dengan nama “Lumbung Stroberi”.

Lumbung Stroberi menyajikan beberapa produk dan fasilitas yang meliputi Stroberi, Stroberi segar, Petik stroberi, Strawberry Education, dan cafe. Selain produk dan fasilitas yang ditawarkan, panorama atau pemandangan alam sekitar dan udara yang sejuk menjadi salah satu faktor yang menopang destinasi wisata ini karena terletak di antara Gunung Arjuno dan Gunung Panderman.

Produksi di Lumbung Strawbery
Sistem produksi lumbung strawbery bisa kita lihat dalam mengelola buah strawbery dari awal buah strawbery hingga di ubah menjdai berbagai olahan buah strawbery seperti, just strawbery, es krim strawbery hingga selai strawbery, tentunya hal ini juga ada hambatan yang dialami selama produksi, yang diantaranya buah strawbery yang kurang bagus akibat cuaca yang tidak stabil, pengiriman yang telat hingga membuat buah strawbery busuk diperjalanan.
Namun lumbung strawbery kini sudah bisa menangani hal hal yang menghambat, dengan belajar dari permasalahan yang ada pihak lumbung strawbery memiliki sistem tabungan agar jika terjadi gagal panen buah pihak lumbung strawbery tidak mengalami kerugian, pihak pengiriman lumbung strawbery juga menggunakan packing yang aman (bublerap) agar buah tidak rusak pada saat pengiriman,

Dampak
Konsumen akan pindah ke tempat lain karena buah strawbery yang didapat busuk atau rusak.

Solusi
1. Memperbaiki packing pengiriman dan mengirim dengan jangka waktu yang tidak terlalu lama
2. Memberi pelayanan yang terbaik agar konsumen puas

Manfaat Produksi
1. Menambah nilai guna dan kualitas sebuah barang. Memudahkan dalam memenuhi kebutuhan.
2. Memproduksi hal baru yang dapat bermanfaat bagi konsumen.
3. Meningkatkan kemakmuran.
4. Sebagai langkah untuk bisa mempertahankan kelangsungan usaha dalam berbagai skala.
5. Meningkatkan nilai dari barang maupun jasa yang menjadi hasil produksi