Aparat Tingkatkan Kewaspadaan Jelang Nataru, Begini Pandangan Pendiri NII Crisis Centre

Caption : Ken Setiawan. (dok pribadi)

BACAMALANG.COM – Aparat keamananan telah meningkatkan kewaspadaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Atas adanya upaya tersebut, Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Centre Ken Setiawan memberikan apresiasi.

Ken Setiawan mengatakan, sel-sel terorisme diindikasi masih terus berkembang dan aktif di berbagai daerah di Indonesia. Ia bercerita bahwa dua hari menjelang Lebaran 1421 Hijriyah, bom meledak serentak di sejumlah gereja di Indonesia saat bersamaan berlangsung Misa Natal pada Minggu, 24 Desember 2000.

Satu minggu jelang perayaan paskah 2021, juga ada dua terduga teroris meledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makasar Sulawesi Selatan, yang tentunya peristiwa tersebut menambah deretan panjang serangan bom yang menyasar gereja di Indonesia.

“Untuk itu pula, perlu diwaspadai gerakan terorisme saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang. Saya memberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukan aparat,” kata Ken.

Indikasi tersebut, menurut Ken, ditandai dengan para pelaku terorisme dan penyitaan ribuan kotak amal terkait pendanaan terorisme di beberapa wilayah Tanah Air yang ditangkap tim Densus 88 baru-baru ini.

Terakhir, Detesemen Khusus Anti Teror 88 menangkap terduga teroris di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Lampung, Jawa Timur dan Bekasi, yang diantaranya adalah anggota komisi fatwa MUI dan Ketua Partai Dakwah Republik Indonesia.

Dalam hal ini, Kenmengharapkan seluruh jajaran aparat keamanan dapat mengantisipasi atau mewaspadai gerakan teroris itu. “Terlebih saat Natal dan Tahun Baru menjadi situasi sangat riskan dan harus dikawal ketat, agar perayaan hari besar keagamaan dan pergantian tahun itu dapat berjalan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (*/had)