Atasi Masalah Pakan Ternak, Profesor UMM Ciptakan Produk Bioteknologi 5 in 1

Foto : Ciptakan produk bioteknologi 5 in 1. (Hum)

BACAMALANG.COM – Guna memenuhi kebutuhan pangan bagi para peternak ayam dengan kandungan nutrisi, kecernaan yang tinggi serta aman dikonsumsi, guru besar bidang nutrisi dan ternak organik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini. MP., menciptakan produk Bioteknologi 5 in 1.

“Kami berupaya memenuhi kebutuhan pangan bagi para peternak ayam dengan kandungan nutrisi, kecernaan yang tinggi serta aman dikonsumsi,” tandas guru besar bidang nutrisi dan ternak organik Universitas Muhammadiyah Malang Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini. MP., dalam rilis yang dikirim ke media, Kamis (13/2/2020).

Seperti diketahui, pakan merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu usaha peternakan. Limbah pertanian yang biasa digunakan sebagai sumber pakan ternak, belum menjamin nutrisi dan kecernaan yang tinggi. Terlebih, terdapat residu pestisida yang tidak menjamin keamanan pangan dari hasil peternakan.

Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini. MP., mencatat dalam salah satu risetnya bahwa terdapat 12 residu organoklorin paling berbahaya pada hasil peternakan.

Dalam pengembangannya, ia menemukan bakteri yang dapat mendegradasikan senyawa kompleks bahkan senyawa berbahaya.

Untuk menindaklanjuti riset tersebut, Prof Indah, begitu sapaannya membuat produk bioteknologi. Jika sebelumya membuat produk untuk meningkatkan kesuburan tanah dan membersihkan residu, kali ini Prof Indah berinovasi dalam produk Biofarm 5+1, yang dapat menjawab permasalahan pakan hewan ternak.

Dikatakannya, dalam satu kemasan Biofarm terdapat lima manfaat sekaligus, yaitu sebagai bionutrisi, imunobiotik, biofermentasi, probiotik dan prebiotik. Bakteri probotik yang saya gunakan juga sudah terkenal dapat mendegradasi residu-residu kimia.

Dalam riset yang dilakukan untuk memformulasikan produk tersebut, ia menemukan bahwa terdapat mineral makro dan mikro yang diserap oleh hewan ternak. Hal tersebut dapat meningkatkan ketersediaan mineral yang berasal dari protein mikroba. Selanjutnya terdapat senyawa aktif sebagai anti infeksi untuk menjaga kesehatan ternak.

Jika digunakan dalam starter fermentasi pakan, lanjut Indah, dapat dilakukan dengan mudah, tidak mudah terkontaminasi dan dapat hidup dalam kondisi aerob serta anaerob.

Diungkapkannya, peternak tidak lagi harus menutup pakannya dengan sangat rapat. Pakan akan awet, tetap kuning dan bagus. Akan tetapi jika dimakan akan rapuh dan mudah dikunyah. Sehingga perut cepat kosong dan konsumsi semakin tinggi.

Fungsi lain yang menjadi pembeda dengan produk yang dijual di pasaran adalah probiotik. Bakteri hidup yang digunakan dapat hidup pada alat pencernaan sapi meskipun dalam keadaan anaerob. Gunanya, lanjut Indah, untuk membantu memperbaiki kondisi rumen. Prebiotik yang digunakan juga dapat menutrisi bakteri hidup di dalam alat pencernaan.

Dijelaskannya, sudah 5.000 produk yang terdistribusikan ke peternak dan perusahaan-perusahaan. Yang terlihat adalah konsumsinya tinggi, ternak lebih sehat, dagingnya merah, produksi meningkat baik susu, bobot badan, produksi telur, dan juga tidak bau. Cukup efisien juga, karena 1 liter biofarm dapat mengolah 1 ton pakan atau bisa untuk 1000 liter air.

Tidak berhenti dalam produk ini, saat ini Prof Indah beserta 12 mahasiswanya sedang mengoptimasikan dan uji produksi untuk simbiotik powder.

“Banyaknya permintaan dari perusahaan dan peternak untuk memformulasikan dalam bentuk powder membuatnya ingin memproduksinya dalam 2 tahun yang akan datang. Hal ini dikarenakan dalam bentuk powder dapat mempermudah perlakuan, pengiriman dan penyimpanan bagi peternak,” pungkas Indah prihartini. (Hum/Had)