‘Autobiography’, Sebuah Film Tentang Kekuasaan yang Mengakar Hingga ke Ruang Privat

Poster film Autobiography di CGV Cinemas Malang, Jumat (13/1/2023). (ned)

BACAMALANG.COM – ‘Autobiography’ merupakan film panjang karya perdana sutradara Makbul Mubarak produksi tahun 2022. BacaMalang.com, bersama kalangan sineas dan komunitas film di Malang mendapat kesempatan menyaksikan screening film ini di CGV Cinemas Malang, Jumat (13/1/2023), sebelum dirilis dan ditayangkan secara luas pada 19 Januari 2023 mendatang.

‘Autobiography’ dibintangi Kevin Ardilova sebagai Rakib dan Arswendy Nasution sebagai Jendral Purnawinata. Film ini mengisahkan aktivitas remaja Rakib yang membantu kegiatan sehari-hari di rumah seorang purnawirawan bernama Jendral Purnawinata di sebuah desa, karena menggantikan tugas ayahnya yang masuk penjara.

Rakib menjadi tim sukses, atau lebih tepatnya kaki tangan Purnawinata yang maju untuk menjadi calon bupati, hingga akhirnya hubungan mereka masuk ke dalam pusaran mengerikan.

Mahesa Desaga, salah seorang sutradara asal Malang saat memberi tanggapan usai screening film Autobiography di CGV Cinemas Malang, Jumat (13/1/2023). (ned)

Mahesa Desaga, salah seorang sutradara asal Malang memberi tanggapan tentang film yang meraih sejumlah penghargaan dari berbagai festival ini.

“Ini adalah salah satu film penting, karena jeli mengangkat perspektif yang dapat dikatakan jarang atau sulit untuk dibicarakan secara lugas,” ungkapnya usai menyaksikan screening, Jumat (13/1/2023).

Mahesa menyebutkan sebuah toxic masculinity ditampilkan Makbul Mubarak lewat militerisme di film ini, bahwa masih ada kekuasaan yang mengakar hingga ke ruang-ruang privat. Ia menganggap ‘Autobiography’ ini sebagai salah satu thriller unik yang hadir secara psikologis.

“Teror hadir dengan begitu dekat dan begitu intim, tanpa musik atau adegan yang bikin kaget penonton, tapi ini menjadi hal segar dalam perfilman Indonesia,” tukas sutradara film pendek ‘Jumprit Singit’ dan ‘Nunggu Teka’ yang sempat menang di festival film di Melbourne, Australia ini.

Mahesa menganggap film ini menjadi tawaran alternatif bagi sineas seperti dirinya dan rekan-rekan lainnya di Malang. Pun dengan opsi penayangannya di bioskop, pada era streaming saat ini, dinilai Mahesa erat dengan set-up atau desain dari film itu sendiri.

‘Autobiography’ menyuguhkan gambar-gambar yang cenderung gelap untuk suasana sebuah desa di era milenium, dengan realita bahwa desa tersebut memang belum sepenuhnya didukung pasokan listrik yang cukup. Sementara konflik yang diangkat salah satunya adalah isyu penggusuran lahan rakyat untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air.

“Kita dimasukkan ke dalam sebuah ruangan, tanpa kemerdekaan atau kebebasan untuk menghentikan film itu, sehingga timbul pengalaman menonton sesuai dengan apa yang diinginkan sutradara, yakni intensitas, baik itu atmosfer maupun vibes-nya, meskipun peluang film-film seperti ini ke depan harus diakui akan sangat menantang,” beber sutradara film pendek Secangkir Gula Pahit ini.

Dari sini, Mahesa juga belajar tentang distribusi media baru, karena dahulu mungkin akses ke ruang tontonan tidak seluas sekarang. Film pendek yang rilis tahun 2021 tersebut justru meledak di platform media sosial TikTok.

“Jadi kreator harus jeli memilih berbagai bentuk media yang ada, karena perlakuan di tiap platform juga berbeda,” tandas alumnus jurusan Hubungan Internasional UB ini.

‘Autobiography’ pertama kali diputar di Festival Film Venesia pada 2 September 2022 lalu. Film ini juga didukung Lukman Sardi, Yusuf Mahardika yang dikenal luas sejak memerankan Madun di sinetron Tendangan Si Madun, serta Rukman Rosadi dan sejumlah pemeran lainnya. (ned)