Bandara Gus Dur Dilaunching di Blora, Atensi Berbagai Pihak Membanjir

Caption : Bandara ini (Ngloram) di Blora diusulkan namanya menjadi Bandara Gus Dur. (ist)

BACAMALANG.COM – Atensi dari berbagai pihak di tanah air membanjir seiring usulan nama Bandara Ngloram yang diganti nama menjadi Bandara Gus Dur di Blora Jawa Tengah baru-baru ini.

Warga etnis Tionghoa asal Kota Malang, Jawa Timur, Dr dr H Sugiharta Tandya SpPK mengucapkan syukur atas kehadiran Bandara Gus Dur Blora.

Meskipun bukan bandara baru, namun rencana penggantian nama dari Bandara Ngloram menjadi Bandara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mendapatkan perhatian khusus dan apresiasi.

Pria yang menjabat Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Malang Kota mengatakan, pemberian nama Bandara Gus Dur Blora adalah pilihan yang sangat pas.

“Sangat layak. Beliau Bapak Bangsa, Bapak suku Tionghoa yang dicintai berbagai suku bangsa dan keyakinan,” katanya.

Dikatakannya, Gus Dur adalah sosok perekat bangsa dengan jiwa plural dan penuh cinta kasih kepada semua umat, tanpa pandang bulu. Justru sudah semestinya nama Gus Dur diabadikan dalam beberapa momen, nama jalan, nama bandara, dan lainnya.

“Lenyap intoleransi dan radikalisme demi NKRI yang lohjinawi toto tentrem kerto raharjo. Alhamdulillah Gus Dur Go Internasional,” jelasnya.

Dirinya juga mengenang peran Gur Dur (Presiden ke-4 RI) yang memperjuangkan warga etnis Tionghoa di Indonesia agar perayaan Imlek boleh semarak di tempat publik.

“Gus Dur itu diingat betul dalam hati dan kenyataan. Setelah dibuka oleh Gus Dur, ada kegembiraan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPC Barisan Kader Gus Dur Kota Malang Dersi Hariono mengatakan, pemilihan nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dinilai sangat tepat.

Hal ini sebagai apresiasi dan upaya mengenang sosok Gus Dur, yang bagi warga Indonesia bahkan dunia, sosok Gus Dur tidak hanya meninggalkan nama. Tapi pemikiran dan nilai.

“Saya sebagai anak ideologis Gus Dur yang pertama mengapresiasi Bupati Blora dan Gubernur Jateng, yang telah menetapkan nama Bandara Gus Dur,” tuturnya.

Menurutnya, Bupati Blora Arief Rokhman yang mengusulkan perubahan nama dan didukung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bukan tanpa alasan.

Sebab, kata Dersi, nama Gus Dur bagi masyarakat Blora memiliki ikatan historis yang sangat kuat. Salah satunya Blora tercatat sebagai cabang pertama NU di Indonesia.

“Tentunya kami segenap pengurus Barikade Gus Dur mengucapkan beribu terimakasih atau pemberian nama bandara Gus Dur di Bumi Blora ini,” ucapnya.

Dengan penamaan Bandara Gus Dur Blora, nantinya Dersi yakin akan membawa barokah dan manfaat bagi perkembangan bandara dan masyarakat sekitar.

Melalui Bandara Gue Dur Blora, para pengikut Gus Dur di seluruh dunia pastinya ingin menginjakkan dan menjajal bandara tersebut untuk memberikan respek serta mencari sensasi.

“Apalagi yang menjadi kader, pengagum, dan pengikut Gus Dur ini tidak hanya di Indonesia, tapi banyak negara di dunia baik muslim maupun non muslim. Pastinya mereka ikut bangga,” pungkasnya. (*/had)