Bangkitkan Ekonomi Kreatif, Dosen Binus Gelar Pelatihan di UMKM Sri Tanjung Kasembon

Pelatihan dan pendamingan UMKM Sri Tanjung, Kasembon Kabupaten Malang. (Ist)

BACAMALANG.COM – Guna memfokuskan peningkatan hasil produk olahan Ecoenzym, Dosen Binus University, Malang Campus melalui agenda pengabdian kepada masyarakat menggandeng komunitas UMKM Sri Tanjung, Kasembon, Kabupaten Malang menggelar pelatihan.

Pelatihan yang dilakukan berfokus untuk meningkatkan produktivitas dan manajemen pemasaran digital.

Dilansir dari zerowaste.id, Ecoenzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif.

Tim pengabdian dosen Binus Malang yang terdiri latar belakang keilmuan berbeda, yaitu Faishal Hilmy Maulida (CBDC-Hubungan Masyarakat), Yudhistya Ayu Kusuma (Desain Komunikasi Visual), dan Mardhatillah Shanti (Entrepreneurship Businesss Creation) berbagi tugas dalam memberikan pelatihan-pelatihan pada kurun waktu Mei-November 2022 dalam rangka membangkitkan ekonomi kreatif dengan target meningkatkan pemahaman mitra pengabdian mengenai aspek produksi dan digital marketing sehingga harapannya dapat meningkatkan penjualan sabun ecoenzym yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan mitra pengabdian.

Menurut koordinator tim Pengabdian, Faishal Hilmy Maulida bahwa pelatihan ini merupakan upaya yang dilakukan oleh akademisi yang didukung Kemdikbudristek supaya UMKM bangkit pasca pandemi Covid 19, terlebih bagi UMKM Sri Tanjung yang memiliki peran dalam perkembangan Green Economy atau perekonomian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan  yang ramah lingkungan.

“Tentu saja pelatihan-pelatihan yang dilakukan bertujuan untuk menerapkan digital branding yang mendorong kegiatan digital marketing meliputi penggunaan aplikasi/website dan konten media sosial sebagai upaya pemasaran produk UMKM berbasis digital,” ujar pria yang akrab disapa Hilmy ini, Minggu, (27/10/2022).

Selama melakukan pelatihan dan pendampingan, materi yang telah disampaikan antara lain pelatihan dan pendampingan mempromosikan produk sabun ecoenzym melalui platform social media berupa instagram feeds, menyusun caption atau hastag, menentukan timeline posting story maupun feeds Instagram untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk, pelatihan pembuatan konten video yang akan dipomosikan menggunakan platform Youtube, membuat desain logo dan kemasan ramah lingkungan melalui aplikasi Canva, serta pelatihan pemanfaatan Google Business dan Google Ads.

Pada 3 Oktober 2022, tim pengabdian memberikan pelatihan lanjutan mengenai branding dan membuat desain sederhana menggunakan aplikasi Canva di kediaman Sri Wahyuni, pemilik UMM Sri Tanjung. Menurut Sri Wahyuni, pelatihan semacam ini sangat dinantikan dan dibutuhkan oleh UMKM, terutama dalam hal pemasaran digital dan membuat desain promosi sederhana yang bisa diaplikasikan secara langsung melalui smartphone.

Dijelaskan oleh salah satu anggota tim, Yudhistya Ayu Kusuma bahwa pelatihan semacam ini sangat penting untuk membantu para pelaku industri kecil dalam memasarkan dan mendistribusikan jasa melalui saluran media sosial.

“Diharapkan dengan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat membantu pariwisata produktif saat maupun pasca pandemi,” ujar Yudhistya.

Melalui kesempatan ini, tim pengabdian juga melakukan serah terima alat dan bahan untuk mendukung produktifitas, antara lain Hand Blender, dandang panic 15 liter, botol plastik kemasan 500 ml dan 250 ml, dan temperature meter digital water. Bantuan alat dan bahan ini merupakan dukungan tim pengabdian yang didukung oleh Binus University dan Kemdikbudristek.

“Terkait dengan upaya peningkatan produktifitas maka diperlukan support terkait dengan peralatan mesin yang mumpuni sehingga mampu meningkatkan kapasitas produksi. Sebagai contoh diperlukannya mesin hand blender dalam proses pembuatan sabun, dandang, dan kemasan yang mampu menyimpan produk sabun ecoenzym dengan baik dan menarik,” tutup Hilmy. (*/an)