Bangkitkan Kreatiftas Kala Pandemi, TP PKK Kromengan Gelar Pelatihan Batik Ecoprint

Foto: Pelatihan Batik Ecoprint TP PKK Kromengan. (ist)

BACAMALANG.COM – Guna menumbuhkan kreatiftas dan menambah income, kala pandemi, Tim Penggerak Ibu-ibu PKK (TP PKK) Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang menggelar Pelatihan Batik Ecoprint.

“Di tengah situasi pandemi ini Kami ingin menumbuhkan semangat kreatiftas dan semoga jadi penambah income, Ibu-Ibu PKK Kecamatan Kromengan, dengan mengadakan Pelatihan Batik Ecoprint,” tegas Ketua TP PKK Kecamatan Kromengan, Ana Joanico Dacosta, Sabtu (19/12/2020).

Seperti diketahui, telah diadakan kegiatan Pelatihan membuat batik ecoprint bagi TP PKK Kecamatan dan TP PKK Desa se-Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang.

Pelatihan diadakan pada Jumat 18 Desember 2020. Peserta meliputi anggota TP PKK Kecamatan, Ketua TP PKK desa, istri Sekdes, Pokja-pokja desa, Guru-guru TK, Dharma Wanita, dan anggota Persit.

Sebanyak 45 total jumlah peserta mengikuti agenda kreatif ini. “Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan batik ecoprint, mengenal jenis-jenisnya dan cara pembuatannya,” papar Ana.

Tehnik Kukus, Blanket dan Ponding

Peserta mempelajari berbagai materi yang dilatihkan. Yakni meliputi ecoprint Tehnik Kukus, Teknik Blanket dan Teknik Ponding.

Pelatihan menarik ini melibatkan pemateri Indah Effend selaku Ketua Bhayangkari Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Usai pelatihan peserta sudah bisa menghasilkan 10 lembar kain batik Ecoprint dengan 3 tehnik.

Adapun manfaat kegiatan ini adalah memberikan tambahan ilmu bagi Ibu-ibu dan memunculkan kreatifitas. “Ibu-ibu menjadi tahu tentang Batik Ecoprint dan cara pembuatannya,” jelas Ana.

Menambah Income

Peserta mengikuti pelatihan dengan sangat antusias. “Mereka terlihat senang bisa mendapatkan ilmu baru dan pelatihan ini,” urai Ana.

Terkait rencana lanjutan dari kegiatan ini, Ana mengungkapkan, pihaknya
menyerahkan kepada masing-masing desa dan lembaga yang mengikuti untuk bisa dikembangkan dan ditularkan kepada anggota yang lain.

Ana berharap kegiatan ini bisa dikembangkan untuk menjadi usaha
menambah income masing-masing.

“Harapannya bisa dikembangkan untuk menjadi usaha baik secara pribadi atau kelompok-kelompok. Bisa menambah income masing-masing,” pungkas Ana. (had)