Banjir Lahar Semeru : Dua Kakek Selamat, Satu Jembatan Rusak

Evakuasi kakek korban banjir lahar Semeru. (ist)

BACAMALANG.COM – Pasca terjadinya kembali banjir lahar Gunung Semeru pada Minggu (2/1/2022), telah dilakukan asesment. Hasil sementara diketahui ada satu jembatan penghubung antar desa rusak, dua kakek berhasil diselamatkan, serta sejumlah warga terpaksa mengungsi di tempat yang lebih aman dan tinggi.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengatakan, aliran lahar membawa material besar seperti bebatuan, hingga menghancurkan satu jembatan penghubung antar desa.

Lahar turun lebih jauh di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro dan Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, berbeda dengan aliran lahar pada Desember lalu yang hanya sampai di Desa Sumberwuluh. “Mengantisipasi aliran lahar susulan, puluhan warga yang berada di sekitar bantaran sungai diungsikan ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.

KAKEK SELAMAT

Sementara itu, dua kakek yakni Suara (60) dan Buang (50) warga Dusun Purut, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang terjebak di tengah aliran Sungai Regoyo, Dusun Krajan, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, berhasil dievakuasi.

Evakuasi menggunakan cara penyeberangan secara menggantung dengan tali yang dibentangkan dan diikat di pohon kelapa. Suara dievakuasi terlebih dahulu dilanjutkan pukul 01.45 WIB untuk menyelamatkan Buang dengan cara yang sama.

Selanjutnya korban diantar ke rumah masing – masing oleh petugas kesehatan setelah dicek kondisi kesehatannya. Evakuasi dilakukan Petugas Koramil 0821/08 Pasirian, Polsek Pasirian, BPBD Lumajang, petugas kesehatan dan sukarelawan.

Diketahui Buang dan Suara bersama Kerbau peliharaannya terjebak saat bercocok tanam dan saat lahar dingin datang, keduanya tengah menyelamatkan diri, namun justru terjebak di tengah-tengah aliran Sungai Regoyo yang cukup deras akibat banjir lahar dingin. (*/had)