Bank Indonesia Malang Gelar Forum Pemulihan Ekonomi Malang Raya, Ini Beberapa Poinnya

Anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM saat paparan secara daring dalam Forum Ekonomi Malang Raya 2022 dengan tema Bangkit Optimis:"Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi Malang Raya" oleh Bank Indonesia Malang di Hotel Atria, Kamis (13/1/2022). (ned)

BACAMALANG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang menggelar Forum Ekonomi Malang Raya 2022 dengan tema Bangkit Optimis:”Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi Malang Raya”, Kamis (13/1/2022).
Kepala Bank Indonesia Malang Azka Subhan mengatakan bahwa Kota Malang memiliki modal sumber daya manusia, infrastruktur dan komunitas yang mendukung ekosistem ekonomi kreatif.


“Modal tersebut harus membuat kita tetap optimis untuk memulihkan ekonomi Malang Raya,” ungkap Azka.


Azka menegaskan, Bank Indonesia Malang tetap optimis realisasi inflasi Malang Raya akan tetap terkendali.


“Sasarannya 3,0+1 %, sesuai target inflasi tahun 2022,” jelassnya.


Acara yang dihelat di Hotel Atria ini menghadirkan keynote speech Anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM serta sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, mulai Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, Akademisi UB Nugroho Suryo B., Ph.D, Wakil Ketua PCNU Kota Malang Prof. Dr. HA. Muhtadi Ridwan, M.A, serta Rich Joe dari HIPMI Jatim Andreas Eddy Susetyo yang hadir secara daring menuturkan, bahwa bentuk sinergi dan inovasi yang dapat dilakukan untuk pemulihan ekonomi ini antara lain dengan pengembangan bidang ekonomi kreatif dan inovasi teknologi, ICT, termasuk mendukung pembiayaannya.


“Selain itu harus ada program sinergi parisiwsata Malang Raya, penyaluran CSR untuk pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan penyediaan infrastruktur dasar,” paparnya.


Andreas juga menambahkan pentingnya program koordinasi inflasi Malang Raya serta pengembangan ekonomi keuangan Syariah.


Walikota Malang, H. Sutiaji melontarkan bahwa membangkitkan domestik marketplace menjadi titik poin untuk pulihkan ekonomi Kota Malang pasca pandemi. Ia menilai bangkitnya domestik marketplace akan menunjang transaksi ekonomi.


“Sehingga masyarakat Kota Malang dapat berbelanja secara online dengan ongkir yang murah dan membeli produk-produk lokal yang kita miliki” jelasnya.


Oleh karena itu Sutiaji menegaskan bahwa kuncinya hanya inovasi dan kolaborasi antar seluruh elemen pembangunan, bukan saja di wilayah Kota Malang namun juga untuk wilayah Malang Raya secara keseluruhan.


Sementara Rich Djoe memaparkan betapa kuatnya sektor bisnis makanan dan minuman secara online dalam pergerakan roda ekonomi.


“Selama setahun nilai transaksinya dapat mencapai 83 Triliun lewat aplikasi pemesanan makanan dan minuman,” terangnya.


Rich Djoe mengatakan bahwa sebagai kota pendidikan, salah satu faktor utama dalah kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai penyumbang terbesar.


Ia menilai setidaknya ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat disalurkan kepada UMKM atau penyedia makanan dan minuman online tersebut dalam bentuk potongan pajak.


“Sehingga harga yang dipotong lewat aplikasi tidak terlalu besar, yang tentunya menambah keuntungan,” ujarnya.


Dikatakan Rich Djoe, HIPMI Kota Malang juga sedang berencana membuat katalog bisnis yang disebarkan lewat road show ke seluruh Jawa Timur.


“Road show tersebut menawarkan produk-produk yang menarik di Malang, sehingga tercipta kolaborasi dan inovasi. Pemulihan juga dapat dilakukan lewat menciptakan kawasan ekonomi produktif dengan pemanfaatan aset-aset yang ada, entah itu gedung atau space kosong, sehingga dapat dipakai menjadi kawasan produktif,” tandasnya. (ned)