Bantu Kerjaan dan Jaga Silaturahim Kala Pandemi, Pria Ini Miliki 174 WAG

Caption : Founder Perkumpulan Hiduplah Indonesia Raya atau Perkumpulan HIDORA, Bachtiar Djanan. (ist)

BACAMALANG.COM – Adanya pandemi menjadikan perubahan pada pola relationship (hubungan) antar individu yang mengharuskan adanya Social/physical distancing.

Menariknya hal ini sinkron dan selaras dengan adanya akses teknologi digital semacam WhatsApp, dimana di dalamnya kita bisa membuat grup mulai dengan anggota sedikit hingga banyak.

“Alhamdulillah saya sampai sekarang mempunyai 174 WAG (WhatsApp Group). Selain memudahkan koordinasi kerja, hal utama adalah melestarikan silaturahim,” tegas Founder Perkumpulan Hiduplah Indonesia Raya atau Perkumpulan HIDORA, Bachtiar Djanan.

Ia menceritakan, satu desa dampingan (pemberdayaan masyarakat) yang ia handel, rata-rata membikin 3-4 grup WA. Yakni grup WA dengan Pemdes & BPD, grup WA dengan pengelola wisata desa, dan grup WA dengan Bumdes/Karang Taruna/Lembaga Adat.

“Padahal ada berapa puluh desa yang kami dampingi. Desa-desa dampingan yang jaman-jaman masih di Banyuwangi, di Tegal, di Maros, semua juga masih ada,” tandas pria alumnus Universitas Brawijaya ini.

“Grup WA dengan masing-masing Pemkab dan Pemkot (per kota/kabupaten), kadang satu Pemkot/Pemkab bisa ada 1-2 grup WA.. Padahal ada berapa puluh kota/kabupaten yang sedang dan pernah kami dampingi,” tukas pria jenius dan nyentrik ini.

“Terus belum lagi WA grup teman sekolah (berlaku untuk teman SD, SMP, SMA), Grup WA teman-teman seangkatan dari seluruh kelas, Grup WA dengan teman sekelas, Grup WA alumni sekolah lintas angkatan, Grup WA pengurus OSIS, Grup WA organisasi pencinta alam SMA, dan Grup WA organisasi pers SMA,” katanya.

“Belum grup WA teman kuliah: Grup WA sefakultas seangkatan. Grup WA sefakultas lintas angkatan. Grup WA sejurusan seangkatan. Grup WA sejurusan lintas angkatan. Grup WA alumni sekampus lintas angkatan. Grup WA organisasi mahasiswa (saya dulu di kampus ikut 5 organisasi mahasiswa, masing-masing ada grup WA nya). Grup WA per masing-masing organisasi mahasiswa yang seangkatan,” urainya.

“Belum lagi grup-grup WA tematik, di kota Malang aja saya dimasukkan ke dalam beberapa grup WA,” tuturnya.

“Belum grup WA keluarga. Ada grup WA sekeluarga ibu dan kakak-kakak saya. Ada grup WA dengan sepupu-sepupu dari jalur ibu. Ada grup WA dengan sepupu-sepupu dari jalur bapak. Ada grup WA keluarga sebuyut dari ibu. Ada grup WA sekakek dari bapak. Ada grup WA keluarga mertua ku,” imbuhnya.

“Saya bersama istri ya punya grup WA yang anggotanya cuma kami berdua.. Ada dua grup WA. Yang satu isinya untuk bertukar ide dan gagasan, yang satu isinya khusus hiburan (share lagu atau video menarik),” terangnya.

“Yang paling spektakuler saya punya grup WA yang anggotanya cuma saya sendirian. Isinya klo aku punya pemikiran, ato ada ide-ide ato nemu-nemu bahan tulisan menarik, kusimpan di grup WA yang isinya cuma aku dewean,” tandasnya.

“Klo hape hang dulu sering. Alhamdulillah tapi sekarang sudah gak pernah hang, sejak beli HP yang kapasitas datanya gede. Kiat gak error’ ya rajin-rajin menghapus pesan (clear chat) minimal seminggu sekali. Cuman klo pesan-pesan penting selalu harus dibintangi dulu, supaya nggak ikut kehapus,” sambungnya.

“Email saya juga banyak. Saya punya 32 email. Karena aku butuh google drivenya. 1 email kan kapasitas google Drivenya 15 GB,” paparnya.

FUNGSIONAL, TUNTUTAN PROFESI dan HARAPAN

“Sebetulnya aku ndak berencana punya WAG banyak, tapi karena kerjaan dan pergaulan sosial, jadi banyak diundang ikut WAG, kalo WAG yang dibuat sendiri cenderung fungsional karena urusan pekerjaan. Kalo diundang masuk WAG selama isinya positif aku gak pernah keluar dari grup, cuman kalo isinya negatif ya aku keluar dari grup,” jelasnya.

” Kalo WAG pekerjaan, ya fungsional saja untuk koordinasi pekerjaan dan berbagai informasi, kalo WAG teman sekolah, teman kuliah, teman organisasi ya fungsinya menyambung silaturahmi, kalo WAG tematik ya biasanya untuk diskusi pemikiran, ide, gagasan, dan lainnya,” ungkapnya.

“Konsekuensinya dan dampak yang muncul, dulu HP sering hang tapi setelah beli HP yang kapasitasnya gede, sudah gak pernah hang. Asal rajin-rajin clear chat, untuk hal-hal penting dibintangi dulu, supaya kalo clear chat gak katut kehapus,” imbuhnya.

“Harapannya WAG harus produktif dan inspiratif dan saling menginspirasi serta saling memotivasi, tidak berisi sampah. Guyon juga oke, buat hiburan klo pas suntuk,” pungkasnya. (had)