Bantu Pendampingan UMKM, Majelis Wilayah KAHMI Jatim Launching Halal Center Jawa Timur

BACAMALANG.COM – Halal Center Jawa Timur (HCJ) resmi dilaunching, Sabtu (12/3/2022). Kegiatan yang dihelat di Gedung Graha Insan Cita Kota Malang ini diinisiasi Majelis Wilayah (MW) KAHMI Jatim, dengan mengusung tema “Dengan Spirit Isra’ Mi’raj Sebagai Ikhtiar Penguatan Ekosistem Halal”.

Pengurus Halal Center Jatim ini terdiri dari Dewan Penasehat, Dewan Pakar, beserta Direktur dan jajarannya, yang dikukuhkan Ketua Koordinator Presidium MW Kahmi Jawa Timur, Edi Purwanto.
Direktur Halal Center Jatim Dr. Agus Susilo, S.Pt., MP. menuturkan, pada prinsipnya, Halal Center Jatim membantu Pemerintah dalam melaksanakan Undang-undang no. 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal.
“Halal Center membantu UMKM dalam pendampingan mendapatkan sertifikat halal,” jelasnya saat dihubungi usai dihubungi usai pengukuhan, Sabtu (12/3/2022).

Agus Susilo yang juga Wakil Dekan III Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya ini menegaskan, Halal Center tidak menerbitkan sertifikat halal.
“Sehingga kami lebih banyak ke sosialisasi dan pendampingan bagi usaha yang ingin mendapatkan sertifikat halal, yang sertifikatnya nantinya diperoleh dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH,” paparnya.

Ia menjelaskan, intinya Pemerintah menargetkan 10 juta UMKM akan mendapat sertifikasi halal sampai bulan Oktober 2024. “Kebetulan Provinsi Jatim mendapat target sertifikasi halal sebanyak 15 persen atau 1,5 juta UMKM, sehingga disinilah peran Halal Center Jatim untuk membantu pendampingan UMKM-UMKM ini,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi & UMKM Jatim, Andromeda Qomariah yang mewakili Gubernur Jatim menuturkan, agenda ini sangat monumental, sehingga akan menambah jumlah halal center di Jawa Timur. Ia menambahkan, jumlah UMKM di Jawa Timur sekitar 19 juta lebih, yang tentunya merupakan penyerapan tenaga kerja yang luar biasa. “Sehingga bantuan pendampingan untuk mendapatkan sertifikat halal ini sangat penting, karena jaminan produk halal itu lebih kepada proses yang menjadi perhatian,” tukasnya.

Andromeda mengaku para UMKM mengalami kesulitan dan merasa sangat berat, karena untuk mendapat sertifikasi halal harus menunggu satu tahun lamanya, sementara durasi sertifikasi hanya empat tahun. “Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita untuk bersinergi, baik itu pemprov, kemenag, halal center maupun akademisi agar punya visi misi yang sama, agar nanti punya strategi yang tepat untuk masalah ini,” urainya.

Launching yang juga ditayangkan secara daring lewat kanal YouTube ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya mantan Kepala BPJPH, Prof. Ir. Sukoso, MSc, PhD dalam talkshow bertema Ekosistem Halal. Acara ini juga dimeriahkan penampilan group musik dari Malang, Duo Etnicholic, yang dimotori musisi Redy Eko Prastyo. (ned)