Bawakan Pidato Optimalisasi Angin Sebagai Sumber Energi Terbarukan, Made Wartana Dikukuhkan sebagai Guru Besar Teknik Elektro ITN Malang

Foto: Prof. DR. Eng. Ir. I Made Wartana, MT (kiri) bersama Rektor ITN Prof DR. Eng Ir Abraham Lomi MSEE usai pengukuhan Guru Besar, Sabtu (20/3/2021) (ned)

BACAMALANG.COM – Saat ini sumber energi di Indonesia masih bersumber pada energi tak terbarukan, yang jumlahnya semakin terbatas dan jika dipakai akan memakan waktu lama untuk dapat memproduksinya kembali, seperti minyak bumi dan batubara. Sementara potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti matahari, biogas, panas bumi , air maupun angin masih belum digunakan secara maksimal.

Hal ini disampaikan Prof. DR. Eng. Ir. I Made Wartana, MT dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar Dalam Bidang Teknik Elektro di auditorium Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (20/3/2021). “Salah satu EBT yang berpotensi sangat besar adalah angin atau bayu, meskipun tidak sekontinyu energi matahari atau surya, karena negara kita berada di katulistiwa,” ungkap Prof I Made Wartana.

Dalam pidato berjudul Optimalisasi Penetrasi Pembangkitan Energi Baru Terbarukan (EBT) ke Grid dengan Kendali FACTS AI ini, Made Wartana berharap dapat memberi alternatif solusi sumbangan pikiran dalam upaya mendorong bauran EBT yang ditargetkan Pemerintah. “Seperti energi angin khususnya, target pada tahun 2025 mencapai 23% dan diharapkan meningkat menjadi 31% pada tahun 2050,” jelasnya.

Pengembangan ini juga diharapkan bisa diintegrasikan ke PLN untuk sistem kelistrikan di Indonesia demi tercapainya kesejahteraan masyarakat yang lebih baik di mas depan. Namun Made Wartana mengaku ada kendala dalam pengembangan EBT bersumber pada angin ini di Indonesia, yakni faktor keamanan (security) dan stabilitas (stability).
“Seperti proyek yang pernah ada di Bali dan Nusa Penida yang kurang berhasil karena kurangnya faktor pemeliharaan,” paparnya.

Padahal, lanjut dia, potensi angin atau bayu (PLTB) sebagai Wind Energy masih sangat melimpah, tentunya dengan tetap memperhatikan aspek teknis, ekonomi dan keselamatan lingkungan.

Rektor ITN Prof DR. Eng Ir Abraham Lomi MSEE menjelaskan, bahwa Prof. DR. Eng. Ir. I Made Wartana, MT adalah Guru Besar ketujuh di kampus ini. “Kita berharap ada beberapa kader yang bisa dikukuhkan sebagi guru besar dalam waktu mendatang, paling tidak dalam dua tiga tahun ke depan,” tandas Abraham Lomi. (ned)