Bea Cukai Malang Kembali Amankan Puluhan Botol Miras Ilegal Via Ekspedisi

Bea Cukai Malang berhasil mengamankan puluhan botol miras ilegal, yang juga akan dikirim lewat jalur ekspedisi, Selasa (11/1/2022).(ist)

BACAMALANG.COM – Setelah berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal via ekspedisi, Bea Cukai Malang tetap gencar dalam melaksanakan sosialisasi dan operasi pasar guna menekan peredaran barang kena cukai ilegal di masyarakat. Kali ini Bea Cukai Malang berhasil mengamankan puluhan botol miras ilegal, yang juga akan dikirim lewat jalur ekspedisi, Selasa (11/1/2022).


Berawal dari sinergi informasi tim cyber patrol, tim intelijen, dan tim penindakan, Bea Cukai Malang berhasil mendapatkan informasi bawa terdapat pengiriman barang kena cukai (BKC) berupa minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tanpa dilekati pita cukai.


Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Gunawan Tri Wibowo menuturkan, informasi pertama tim cyber patrol Bea Cukai Malang mendapati adanya pengiriman MMEA ilegal melalui jasa ekspedisi J*E dari wilayah Bali menuju Kabupaten Malang dengan nomor resi pengiriman J66699466.

“Sementara informasi kedua, tim mendapatkan informasi serupa dari Bea Cukai Probolinggo dengan nomor resi 051370000189,” lanjutnya.


Berbekal informasi tersebut, imbuh Gunawan, tim segera melakukan pemeriksaan atas jasa ekspedisi J*E Express Gudang Inbound yang berada di Jalan Tenaga Baru, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dalam pemeriksaan petugas berhasil mengamankan pengiriman BKC MMEA tanpa dilekati pita cukai berupa Arak Bali isi 600 ml dengan kadar ±30% tanpa dilekati pita cukai sebanyak 46 botol merek Jap Suksma dan 24 botol BKC MMEA tanpa merek.


“Dari hasil operasi tersebut, ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp 3.360.000,-. dan hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.


Gunawan menegaskan, minuman dengan kadar alkohol lebih dari 5% wajib untuk dilekati pita cukai, jika melebihi 5% dan tidak dilekati pita cukai maka barang itu ilegal.


Dia mengimbau agar pengusaha jasa titipan untuk lebih selektif dan tidak mengangkut Barang Kena Cukai ilegal.


“Jika melanggar tentunya kami akan tindak tegas,” tandasnya. (ned/lis)