Bercerita Keprihatinan Kala Pandemi Lalu, Model Kota Malang ini Berikan Motivasi untuk Generasi Muda

Irene Erika Widyawati. (ist)

BACAMALANG.COM – Meskipun sudah berlalu, namun kisah seputar pandemi masih relevan untuk menjadi motivasi bangkit dan maju.

Hal itulah setidaknya yang menjadikan salah satu model di Kota Malang ini bersemangat untuk mengukir prestasi dan berbagi kepada sesama.

“Saya mengikuti agency model untuk menambah pengalaman, menambah ilmu, serta menambah relasi. Membuat saya belajar memiliki pola pikir baru yang adaptif, serta belajar mengenai problem solving,” terang salah satu model Kota Malang, Irene Erika Widyawati, Sabtu (4/6/2022).

Ia menjelaskan cara memanage waktu antara kuliah dengan modelling. “Kebetulan, sekarang saya sedang internship, jadi sudah tidak ada kelas. Namun, akibat Covid 19, kelas menjadi online, jadi lebih mudah untuk mengatur jadwal kuliah. Biasanya gak pernah bolos sih, sehingga pas ada event di weekdays bisa dipake jatah ijinnya,” tuturnya.

Ia menceritakan kiprah mengikuti modelling. ” Saya bersyukur orang tua support 100% untuk kegiatan ini sehingga selalu diberi biaya jika ada event/acara yang membutuhkan biaya, namun jika sudah sampai ke nasional biasanya ada beberapa sponsor (tapi berupa barang),” imbuhnya.

Ia mengungkapkan manfaat positif ikut modelling. “Banyak sekali, selain menambah teman, menambah ilmu dan menambah pengalaman,” imbuh dara mahasiswi semester 6, Desain Komunikasi Visual, Universitas Bina Nusantara ini.

Dikatakannya pengalaman dan manfaat dari modelling bisa menunjang kegiatan akademik. “Sangat berguna, karena tidak semua orang pro dalam akademik, sehingga mereka mempunyai sisi lain di non akademik. Kalau orang biasa bilang, beberapa orang yang berani berprestasi di non akademik adalah mereka yang keluar dari zona nyaman. Prestasi dalam non akademik, dapat digunakan sebagai pengalaman seperti saat akan melamar kerja, melamar menjadi panitia di event kampus, dan terkadang juga diundang sebagai narasumber di berbagai acara,” urainya.

Ia mengatakan telah mengikuti beberapa kali event. “Sudah ikut 3 event, kesannya menarik dan banyak pembelajaran yang didapat, mulai dari ilmu hingga attitude menjadi seorang model,” paparnya.

Ia bercerita keprihatinan terkait pandemi. “Selama pandemi selain kemiskinan meningkat, banyak sekali anak-anak sekolah yang kesusahan menangkap apa yang diajarkan oleh guru karena belum terbiasa, apalagi anak-anak usia dini. Banyak pengurangan pegawai, sehingga banyak orang stress dan akhirnya menjadi depresi, grafik kesehatan mental semakin buruk karena banyaknya orang depresi ini yang berujung pada mengakhiri hidup,” terangnya.

Sederet prestasi telah terukir. Meliputi Indonesia Representative at International Flag Parade AWMUN 2019, 3rd Runner Up Puteri Ekowisata Indonesia 2020, Duta Lari Jawa Timur 2021, dan 2nd Runner Up Puteri Pemberdayaan Perempuan 2021.

Ia turut memberikan support untuk generasi muda saat ini. “Tempa diri menjadi pribadi yang tidak takut akan kesulitan dan penderitaan. Selalu perjuangkan integritas, kejujuran itu mahal. Tapi kejujuran itu punya dampak jangka panjang. Sebaliknya, kebohongan itu murahan tapi juga bisa punya dampak jangka panjang. Dampak jangka panjangnya adalah ketiadaan integritas. Tetap melaksanakan banyak perubahan dan kegiatan positif, dimulai dari hal kecil agar ke depannya bisa menjadi calon calon penerus negara yang bijak, beriman dan baik,” pungkasnya. (had)