Berdayakan Petani Desa Ngantru, Ini yang Dilakukan Volunteer LBH Malang

Volunteer LBH Malang, Rohmat Basuki, SH, saat sesi foto bersama para petani Desa Ngantru, sebelum menanam bibit Alpukat Ngantrue Jumbo. (Eko)

BACAMALANG.COM – Perekonomian masyarakat yang semakin sulit, terlebih ditengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, menjadi sorotan bagi semua pihak. Berbagai aturan-aturan diterbitkan dengan alih-alih menekan lonjakan pandemi. Namun, akan tetapi disatu sisi masyarakat menjerit merasakan susahnya hidup di negeri ini.

Berkaitan dengan hal tersebut, itulah yang menggugah Rohmat Basuki, S.H yang juga Volunteer LBH Malang dengan menggandeng pengusaha asal Jombang, bergerak memberdayakan masyarakat Ngantang untuk membangkitkan perekonomian melalui sektor pertanian.

Pemberian bibit Alpukat Ngantrue Jumbo dengan kualitas super secara gratis kepada kurang lebih 400 petani di Ngantang ini, dengan harapan ke depannya agar masyarakat dapat menjadi mandiri dan berkembang, utamanya dalam sektor pertanian.

“Kami prihatin melihat perekonomian masyarakat dan kehidupannya saat ini. Seharusnya, timbulnya aturan-aturan dari pemerintah seperti saat ini, harus diimbangi dengan terobosan-terobosan solutif demi kehidupan masyarakat. Itulah konsep keadilan sebenarnya. Maka saya menggandeng Pak Hananto Wonomihardjo seorang pengusaha ekspor impor buah untuk bergerak mensejahterahkan perekonomian masyarakat Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang ini,” ungkap pria yang akrab disapa Rohmat kepada wartawan, Jumat (16/7/2021).

Rohmat juga menambahkan, bahwa sejatinya pemberian bibit Alpukat ini bertujuan untuk kerjasama ataupun simbiosis mutualisme, serta mengangkat perekonomian para petani nantinya.

“Kami berharap, ke depan agar masyarakat Ngantang khususnya para petani bisa lebih sejahtera. Dan mengapa bibit Alpukat? Karena seperti kita semua tau, bahwa tumbuhan jenis ini tidak membutuhkan ekstra dalam perawatannya,” ungkap dia.

Diuraikan Rohmat, untuk masa panen bibit Alpukat Ngantrue Jumbo yang tidak terlalu lama dan kandungan buahnya juga cukup baik.

“Dan nantinya kami siap membeli lagi, ataupun mencarikan pangsa pasar ke depannya,” imbuh pria asal Kota Batu ini.

Salah seorang petani Desa Ngantru, Supriyo mengucapkan terimakasih, dan sangat mendukung atas program pemberian bibit Alpukat Ngantrue Jumbo tersebut.

“Kami atas nama petani Desa Ngantru mengucapkan terimakasih kepada Bapak Hananto Wonomihardjo, karena telah memberikan bibit Alpukat Ngantrue Jumbo ini. Semoga nantinya, warga masyarakat Ngantang, mampu melewati pandemi dengan perekonomian yang dihasilkan dari buah Alpukat tersebut nantinya,” ujar Imam sapaan akrabnya.

Sementara itu, Hananto Wonomihardjo pengusaha buah selaku penyuplai bibit Alpukat Ngantrue Jumbo menjelaskan, bahwa pemberian bibit tersebut untuk dikembangkan bagi para petani di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Kabaupaten Malang, agar perekonomian masyarakat kembali bangkit.

“Ya, tujuan kami melalui pemberian bibit Alpukat Ngantrue Jumbo ini untuk mensejahterakan masyarakat Desa Ngantru di Kecamatan Ngantang. Seperti kita ketahui, bahwa saat ini pandemi Covid-19 telah menghambat laju perekonomian masyarakat. Maka dari itu, kami tergerak untuk memberdayakan masyarakat, agar nantinya melalui penjualan dari buah Alpukat Ngantrue Jumbo dapat menghidupkan kembali perekonomian bagi masyarakat,” tandasnya. (Eko)