Bernostalgia dengan Motor Dilan di Museum Motor Klasik SMK NMC Malang

Foto: Pengunjung Museum Motor Klasik SMK National Media Center (NMC) Malang, Sabtu (8/5/2021). (ned)

BACAMALANG.COM – Museum biasanya berkonotasi dengan suasana masa lalu yang kelam. Namun tidak demikian dengan Museum Motor Klasik di SMK National Media Center (NMC) di Jalan Simpang Candi Panggung Kota Malang.

Sesuai namanya, beragam motor klasik yang dipamerkan di museum ini cukup berhasil mengundang rasa nostalgia pengunjungnya. Salah satu pengunjung, Naning Susanti mengaku sempat terkejut koleksi motor Honda Astrea Star yang ada. “Motor itu kenangan masa lalu saya saat kuliah tahun 2003 lalu, waktu itu rasanya senang sekali bisa punya motor Honda Star,” ungkapnya, Sabtu (8/5/2021).

Ibu dua anak ini juga heran bahwa ternyata ada motor Vespa klasik yang harganya setara dengan mobil Mitsubhisi Pajero. “Tapi yang membuat saya salut bahwa ada yang bisa merawat motor-motor klasik ini hingga masih tampak seperti baru,” tandasnya.

Sementara pengunjung lainnya Tutus Sugiarto mengaku teringat saat sering naik motor bersama ayahnya dengan salah satu koleksi Yamaha RZ-R keluaran tahun 1980 akhir yang dipamerkan. “Waktu itu saya dibonceng di belakang tangki bensin motor itu,” kenang ayah satu anak ini.

Koleksi lainnya yang mendapat perhatian pengunjung adalah Honda CB 100 yang dipakai tokoh Dilan membonceng Milea dalam film layar lebar “Dilan 1990”, serta motor Honda CG-110 yang sepintas mirip motor yang dipakai tokoh animasi Jarwo dalam film “Adit & Sopo Jarwo”.

Museum yang terdiri dari 3 lantai ini masih dalam tahap soft launching. Museum ini sementara hanya menerima pengunjung yang mendaftar dahulu secara online, dan hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu saja.

Ketua Panitia Soft Launching Azhar Arko mengatakan bahwa SMK NMC adalah satu-satunya sekolah yang memiliki museum motor klasik di Indonesia. “Koleksi kami sedikitnya 200 motor klasik, mulai dari tahun 1930 hingga tahun 1990-an, termasuk beberapa yang langka seperti Vespa Douglas misalnya,” ujarnya.

Azhar mengatakan, dasar pendirian museum ini adalah sebagai penghargaan kepada bapak ibu guru mereka. “Semua motor klasik ini merupakan hasil restorasi dan kreasi guru kami selama masa pandemi,” jelas dia.

Dia menerangkan, motor klasik dipilih karena dapat membangkitkan rasa nostalgia kepada para pengunjung museum ini. “Selain itu juga sebagai edukasi terkait perkembangan mesin otomotif kepada generasi muda,”imbuhnya.

Azhar berharap ke depan ada bantuan dari Pemerintah, karena pihaknya berencana akan menambah jumlah koleksi motornya. Apalagi baru-baru ini SMK NMC mendapat sumbangan mesin oplet asli yang digunakan Rano Karno dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, sehingga ada pemikiran untuk menambah koleksi roda empat juga.
“Bahkan pemeran si Doel, aktor Rano Karno akan kami agendakan untuk hadir dalam grand launching Museum Motor Klasik ini pada bulan Juni mendatang,” pungkasnya. (ned)