Berpartisipasi Saat PPKM, Mahasiswa STIKES Kepanjen Ikut Jaga Posko Check Point

Caption : Kegiatan Mahasiswa STIKES Kepanjen di posko check point PPKM. (ist)

BACAMALANG.COM – Penyakit virus Corona (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona.

Sebagian besar orang yang tertular Covid-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.

Virus yang menyebabkan Covid-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau menghembuskan nafas.

Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya.

Indonesia mencatatkan 45.416 kasus baru Covid-19 pada Sabtu (24/7/2021). Tercatat total pasien aktif kini ada sebanyak 574.135 orang.

Covid-19 mengalami kelonjakan dengan trend saat kini kasus semakin hari semakin naik sehingga pemerintah Indonesia mengeluarkan satu kebijakan yakni PPKM.

PPKM adalah singkatan dari Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Pemerintah sudah resmi menetapkan pemberlakukan PPKM atau PPKM darurat sejak 3 Juli sampai 20 Juli 2021 dan terjadi perpanjangan sampai dengan tanggal 26 Juli 2021.

PPKM diberlakukan untuk membendung laju kenaikan angka positif virus corona atau Covid-19. Awalnya, PPKM diberlakukan di wilayah Jawa dan Bali.

Jawa Timur khususnya wilayah Malang telah memberlakukan PPKM juga, dalam menghadapi hal tersebut STIKes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) Kepanjen, turut berperan aktif dalam program PPKM khusus di pada titik check point yang berada di wilayah Malang.

“STIKes Kepanjen telah menerjunkan sebanyak 166 mahasiswa yang terbagi dalam 2 periode dan tersebar ke 7 titik check point yang berada di wilayah Malang yakni Exit tol Singosari, Bakpao Telo, Exit tol Lawang, Exit tol Pakis, Karangkates, Ampelgading dan Kasembon,” tegas Ketua STIKes Kepanjen Dr. Riza Fikriana S.Kep.,Ns.,M.Kep.

STIKes Kepanjen telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dalam program tersebut.

Mahasiswa dan mahasiswi STIKes Kepanjen mengambil peran dalam penjagaan check point dan berkolaborasi dengan beberapa profesi lain seperti TNI, POLRI, dan Puskesmas setempat.

Mahasiswa terbagi dalam beberapa shift sesuai dengan check point masing-masing.

Sementara itu, salah satu Koordinator Novi yang juga mahasiswi tingkat akhir Prodi Keperawatan Program Diploma menuturkan, bahwa dirinya senang bisa berpartisipasi dalam penjagaan posko.

“Saya sebagai mahasiswa merasa bermanfaat untuk sesama selama proses pengabdian penjagaan di titik pintu check point ini, karena bisa membantu dan berperan secara langsung dalam masa pandemi. Selain itu saya juga dapat membangun relasi di dalam kerja tim dari berbagai profesi yang ada. Saya juga menyambut baik antusias program ini karena saya juga mendapatkan pengalaman lapangan khususnya skill kompetensi pengambilan swab antigen,” tandasnya.

Selama proses bertugas di check point mahasiswa dan mahasiswi STIKes Kepanjen juga telah mendapat kunjungan dan dukungan Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M. beserta rombongan Kadinkes Kabupaten Malang. (tri/had)