Bersyukur, Mahasiswa PTS di Malang Ini Juarai MTQ Nasional

Foto: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Ubaidillah Rahman berhasil menjuarai (juara satu) dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional. (ist)

BACAMALANG.COM – Sukses mengalahkan 40 peserta dari berbagai daerah, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhammad Ubaidillah Rahman berhasil menjuarai (juara satu) dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional.

Perlombaan ini merupakan bagian dari POSSE (Pekan Olahraga, Sains dan Seni) 2021 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Riau pada Selasa (05/07) lalu.

Ubay bercerita bahwa ia seharusnya berangkat ke Riau untuk mengikuti perlombaan tersebut. Namun karena situasi pandemi, panitia mengubah format kegiatan dari offline ke online. “Saya bersyukur bisa juara. Perlombaan ini diadakan dua tahun sekali dan ini baru kali pertama panitia menyelenggarakan lomba secara daring,” ujar Mahasiswa jurusan Manajemen angkatan 2017 tersebut.

Dalam proses perlombaan, para peserta diberi waktu satu minggu untuk menyiapkan segala kebutuhan dan persiapan. Beberapa di antaranya yakni membuat video dan mengumpulkannya pada panitia dalam rentang waktu yang sudah ditentukan. Dalam perlombaan tersebut Ubay memilih surat Ibrahim untuk dibaca dan ditampilkan. Ubay mengaku tidak memiliki banyak kendala yang berarti selama proses persiapan maupun saat lomba berlangsung.

“Pada perlombaan ini saya mewakili Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang saya ikuti yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) UMM. Mengingat saya sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir, saya berpikir adik-adik yang lebih mudalah yang akan mewakili. Namun ternyata teman-teman mempercayakannya pada saya sehingga saya harus mengerahkan segala usaha dan kemampuan. Dalam proses persiapan pun tidak terasa berat karena saya dibantu oleh teman-teman UKM,” terangnya.

Ia mengaku sama sekali tidak menyangka dirinya akan meraih juara satu dalam perlombaan tersebut. Pasalnya, ia tahu ada beberapa peserta yang telah memenangkan perlombaan Qori’ tingkat internasional. “Saya melihat satu persatu video yang peserta lain, kemudian saya kumpulkan. Wah keren-keren sekali dan bagus,” ungkap Mahasiswa asal Kalimantan Selatan tersebut.

Meski begitu, Ubay bersyukur atas raihan prestasi membanggakannya tersebut. Ia berharap dapat terus berkembang dan meningkatkan ilmu tilawah yang dimiliki. “Saya bercita-cita untuk membangun sekolah khusus tilawah di daerah asal saya nanti. Karena hal tersebut, saya akan belajar lebih giat agar ilmu saya dapat dibagikan ke masyarakat luas,” pungkasnya. (*/had)