BI dan OJK Malang Dorong Pemulihan Ekonomi

Foto: Bincang Ramadhan Forum Jurnalis Malang Raya. (ist)

BACAMALANG.COM – Pertumbuhan Ekonomi tahun 2021 di Indonesia pada masa vaksinasi cukup menggembirakan. Begitulah setidaknya penilaian dari Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Sugiarto Kasmuri dan Analis Pengembangan UMKM Bank Indonesia (BI) Malang, Yon Widiano.

“Di Malang Raya, kita targetkan range pertumbuhan di angka 3,68 – 4,68 persen. Kalau 2020 kemarin tercatat -3,38, khususnya di sektor bisnis informasi publik yang tumbuh subur belakangan ini,” ungkap Yon Widiano.

Sekilas informasi, Malang Jurnalis Forum (MJF) menggelar diskusi ‘Bincang Ramadan Forum Jurnalis Malang Raya membahas strategi pemulihan ekonomi nasional di tengah vaksinasi yang tengah berjalan.

Kedua narsum fokus membincang Srategi Menggeliatkan Ekonomi di Malang Raya Pasca Vaksinasi COVID-19. Menurut Yon Widiono, sebenarnya pertumbuhan ekonomi di 2021 di Indonesia ini sudah cukup menggembirakan.

Jika di tahun 2020 anjlok di angka -3,33 persen, di triwulan 2021 ini, estimasi pertumbuhannya sudah bisa tumbuh di angka 6 persen.

Bahkan, jika dilihat dari kenaikan harga kebutuhan pokok jelang lebaran di Tahun 2021 ini sudah stabil. Beda dengan tahun 2020 lalu, yang membumbung tinggi. Begitu juga di sisi pertumbuhan kredit yang kini semakin bertumbuh positif.

Bicara strategi, Kota Malang perlu melakukan penguatan UMKM. Caranya, adalah memperkuat modal SDM dan suprastruktur dan komunitas yang mendukung ekonomi kreatif. Khususnya usaha yang berbasis digital.

”Itu (bisnis digital) perlu digerakkan karena bisa dinilai menggerakkan ekonomi di masa depan. Selain itu sektor pariwisata juga harus segera direaktivasi segera,” jelasnya.

Vaksinasi mengangkat perekonomian

Sementara itu, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menuturkan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi saat ini adalah vaksinasi yang diprediksi selesai pada Desember 2021 nanti. Sugiarto percaya vaksinasi bisa mengangkat perekonomian nasional dan pertumbuhan kredit.

Pertumbuhan kredit ini kata Sugiarto mengalami peningkatan hingga di angka 3 persen, dari yang tahun lalu hanya sebesar 1,52 persen. ”Artinya dana yang tadinya tersimpan di bank sudah berkurang dan membuat nilai tambah untuk perekonomian,” jelasnya.

Nah, kembali bicara soal strategi menggeliatkan perekonomian selain menumbuhkan nilai kredit ini, juga kebijakan relaksasi kredit atas pemilikan rumah alias KPR tanpa uang muka atau down payment (DP) harus terus diperbanyak.

Total dari catatannya, ada sebanyak 18 ribu debitur yang diberikan restrukturisasi dengan nilai total sekitar Rp 12 triliun. Sugiarto menambahkan, strategi utama juga terletak pada penguatan UMKM yang musti dibantu dari sisi permodalan.

”Gelaran event-event juga cukup membantu dalam meningkatkan aktivitas perekonomian. Juga sektor pariwisata jika mulai kembali dibuka nanti bisa punya efek multiplier terhadap ekonomi Malang Raya,” ujarnya.

Namun sejauh ini, sinergitas antar pihak yang kini disebut kolaborasi pentahelix selama ini berjalan dengan baik. ”Ini terus terang pertama kali kebijakan antar lintas stakeholder di Indonesia berjalan selaras,” katanya.

Sebagai informasi, MJF merupakan wadah komunikasi antar wartawan di Malang Raya dengan kegiatan utama adalah diskusi selama Ramadhan 2021. Tujuan utamanya sebagai wadah silaturahim dan menambah wawasan wartawan. Acara nanti akan berlangsung hingga 6 sesi. (*/had)

Berikut jadwal Malang Jurnalis Forum selama bulan Ramadan ini :

~> 19 April 2021 Pkl. 16.00 WIB
“Melihat Kebijakan Publik di Kota Malang untuk Pengembangan UMKM”

~> 22 April 2021 Pkl. 16.00 WIB
“Inovasi dan Tantangan Pers di Era Komunikasi Digital”

~> 26 April 2021 Pkl. 16.00 WIB
“Progres dan sinergitas pembuatan Gondola Malang Raya”

~> 30 April 2021 Pkl. 16.00 WIB
“Tantangan Penjualan Perumahan dan Otomotif di Era Pandemi”

~> 4 Mei 2021 Pkl. 16.00 WIB
“Peran Media dan Komunikasi Bisnis dalam Memajukan Dunia usaha”.