BI Malang: Inflasi Kota Malang Tetap Terjaga

Beras menjadi salah satu komoditas yang menjadi pendorong laju inflasi Kota Malang sebesar 0,06%. (ned)

BACAMALANG.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang mengumumkan, berdasarkan rilis inflasi BPS, pada periode Januari 2022 Kota Malang mengalami inflasi sebesar 0,52% (mtm), 0,52% (ytd) dan 2,22% (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,40.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang Samsun Hadi, realisasi inflasi Kota Malang pada bulan ini (mtm) tercatat tertinggi diantara kota-kota IHK di Jawa Timur dan tertinggi untuk periode bulan Januari selama 3 tahun terakhir.

“Realisasi inflasi Kota Malang tercatat lebih tinggi dari Jawa Timur dan di bawah tingkat Nasional dimana masing-masing terealisasi sebesar 0,46% (mtm) dan 0,56% (mtm). Hal ini mengindikasikan daya beli masyarakat di Kota Malang tetap terjaga,” ungkapnya, Kamis (10/2/2022).

Samsun menambahkan, secara umum kelompok pengeluaran di Kota Malang mengalami inflasi pada Januari 2022. Ia memamaparkan, ada tiga kelompok pengeluaran dengan andil inflasi tertinggi yakni pada kelompok makanan, minuman dan tembakau (0,22%), kelompok transportasi (0,17%) dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (0,05%).

“Sementara itu, pendidikan menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang tercatat stabil,” imbuh pria yang baru saja menggantikan Azka Subhan sebagai Kepala Perwakilan BI Malang ini.

Sementara ada beberapa komoditas yang menjadi pendorong laju inflasi Kota Malang, yakni mobil (andil 0,11%), daging ayam ras (andil 0,08%), angkutan udara (andil 0,07%), beras (andil 0,06%) dan minyak goreng (andil 0,04%).

“Kenaikan harga mobil sejalan dengan koreksi harga pasca berakhirnya insentif pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP). Selanjutnya, melonjaknya harga daging ayam ras di wilayah Kota Malang didorong oleh kenaikan harga sarana produksi ternak (sapronak) yang meliputi harga pakan dan konsentrat yang diiringi masih tingginya permintaan pasca momen Nataru,” urainya.

Dikatakan Samsun, kenaikan tarif angkutan udara sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat khususnya terkait arus balik penumpang di masa libur Natal dan Tahun Baru pada awal Januari 2022.

Kenaikan harga beras didorong oleh keterbatasan pasokan akibat curah hujan tinggi selama periode panen di triwulan IV – 2021 dan masih berlangsungnya program bantuan sosial pemerintah.

Samsun menjelaskan bahwa BI Malang tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Daerah serta konsisten dalam mengarahkan ekspektasi inflasi melaui program – program TPID guna mengendalikan inflasi 2022 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0% ± 1%.

“Selain itu BI Malang dan Pemerintah Daerah juga terus berupaya untuk mendorong kegiatan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan daya beli masyarakat seiring dengan akselerasi vaksinasi Covid-19 sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN,” pungkasnya. (ned/lis)