Bisnis Aksesoris Online, Alumnus UB Ini Bertahan dengan Inovasi

Foto: Arfah mengenakan produk kalung choker miyala. (ist)

BACAMALANG.COM – Masa pandemi memicu munculnya inspirasi dan ide baru menjalankan usaha meski berskala kecil dan menjadi pemula. Salah satu komoditi yang mempunyai pangsa pasar besar namun langka pelaku bisnisnya adalah aksesoris.

Hal ini tak ayal menjadikan permintaan pasar akan aksesoris semisal kalung manik-manik semakin besar. “Saya menjual manik-manik secara online lewat start up penjualan online. Alhamdulillah hasilnya lumayan. Namun sayangnya saya kurang bisa memenej waktu, karena harus juga bekerja sebagai karyawan,” tutur Arfah, Kamis (4/3/2021).

Perempuan alumnus Universitas Brawijaya (UB) Malang ini menjelaskan,
Ia memulai usaha sejak 22 Agustus 2020 dengan modal awal sekitar Rp 1,5 juta. Selain itu, alasan buka usaha karena tidak melanjutkan kerja di tempat sebelumnya.

“Karena pandemi jadi ga lanjut kerja, waktu itu lagi susah banget cari kerjaan, ya udah buka usaha yang emang passion aku. Untungnya disupport. Sama pasangan, keluarga daripada ga ngapain di rumah. Kebetulan emang aku suka banget aksesoris dan suka prakarya gitu. Emang udah bisa bikin aksesoris dari jaman SD,” urainya.

Ia mengungkapkan, untuk pengirimannya dari Kebayoran Jakarta Barat. Ia menceritakan, nama usaha adalah MahaCataleya.co. “Nama usaha saya MahaCataleya.co. Disitu saya jual berbagai macam aksesoris mulai dari choker, strap kacamata, strap masker, strap hijab, gelang, cincin yang terbuat dari manik-manik. Saya buka lapak di IG dan Shopee. saya sekarang menetap di Kembangan Jakarta Barat. Untuk omset bisa meraup rata-rata sebulan Rp 500 ribu,” terangnya.

Masker Laris Saat pandemi

Ia menyebutkan, untuk sekarang karena pandemi jadi strap masker sangat laku. “Strap masker lagi laku-lakunya. Cuma makin kesini makin banyak orang yang jualan strap masker, tapi ya saya mah pertahanin kualitas dan ciri khas saya aja,” imbuhnya.

Ia mengaku ada kendala usaha yakni cara pemasaran. “Kendala usaha yakni cara pemasaran sih. Karena sekarang kan saya udah kerja, jadi pemasarannya lewat IG sama Shopee ga terlalu aktif. Kalau dulu kan belom kerja bisa setiap hari upload video/foto terbaru ke IG dan Shopee. Bahkan sempet saya PO 7 hari karena load kerjaan lagi banyak banget,” imbuhnya.

Mengenai kiat bertahan pada bisnis ini ia mengatakan selalu melakukan inovasi. “Selalu inovasi sih, awalnya kan saya cuma jualan choker mutiara, trus berkembang jadi choker akrilik, gelang dan cincin manik-manik. Terus lama-lana jualan strap masker juga karena pandemi,” paparnya.

Ia menjelaskan Pembeli berasal dari pulau Jawa. “Rata-rata sih dari pulau Jawa aja ya, sesekali aja dapet pelanggan dari Kalimantan dan Sumatra juga pernah,” tukasnya.

Ia mempunyai harapan ke depan penjualan meningkat. “Semoga pasar penjualan manik-manik makin meningkat biar usaha aku makin laris manis. Yuk kunjungi instagram : MahaCataleya.co, Twitter: @MahaCataleya dan Shopee: MahaCataleya.co,” urai Arfah mengakhiri. (had)