Bisnis Bunga Anggrek di Tengah Pandemi untuk Dapatkan Penghasilan Tambahan

Novan Adiono, warga jalan kauman RT 09 RW 02 Desa Pakisaji Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang saat melakukan pwrawatan benih anggrek di Green House miliknya. (Foto: Yon)

BACAMALANG.COM – Kabupaten Malang adalah daerah yang sangat kaya akan keindahan alam dan ragam budaya. Memang tidak ada habisnya kalau kita mendaftar spot wisata di Malang Raya. Belum lagi wisata belanja, baik barang hasil kerajinan maupun makanan ringan khas daerah, atau wisata kuliner. Wah, memang tidak ada habisnya.

Kabupaten Malang yang dikenal memiliki pantai wisata cukup representatif, juga memiliki kekhasan tersendiri yang cocok untuk bisnis di masa pandemi. Apakah itu?, yakni wisata belanja tanaman bunga anggrek yang berada di Jalan kauman RT 09 RW 02 Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Pemiliknya ada Novan Adiono. Pedagang bunga anggrek yang bisa dikatakan pemula ini, menawarkan berbagai jenis tanaman hias dan bunga Anggrek.

Novan Adiono, mengatakan bahwa usaha bisnisnya ini sebagai usaha tambahan ditengah pandemi dengan tetap beraktivis agar mendapatkan penghasilan tambahan.

“Saya usaha anggrek ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan bisa untuk biaya sekolah. lumayan dari pada nganggur, mending beraktivitas,”ujarnya.

Pihaknya mengaku menjual berbagai jenis anggrek, selain melengkapinya dengan aneka jenis tanaman hias lainnya baik untuk dipelihara atau untuk diberikan sebagai hadiah. Bahkan ada juga yang menyediakan jasa sewa tanaman untuk perkantoran. Selain tentu saja juga ada berbagai anggrek unik yang biasanya sangat diminati kalangan pecinta tanaman anggrek.

Anggrek yang dijual pun beragam, namun yang terbanyak adalah jenis Phalaenopsis Amabilis atau anggrek bulan. Anggrek bulan tersedia dalam berbagai warna: putih, ungu, peach, kuning, hijau, dengan berbagai varian corak. Selebihnya ada juga yang menyediakan tanaman hias Dendrobium, Vanda, Cattleya, Oncidium, dan lain-lain.

Biasanya, lanjut dia, yang dilakukan adalah mendisplay bunga anggrek dalam pot, dengan beberapa kualifikasi seperti standar, super dan premium. Harga jual diperhitungkan per tangkai, minimal Rp 90 ribu per tangkai untuk anggrek bulan warna putih yang paling banyak tersedia.

Novan menjelaskan, awal mula mengeluti bisnis ini setelah ditawari rekannya karena sangat prospek sebab diminati beberapa ibu-ibu di perkantoran, bahkan bisa dipergunakan sebagai buah tangan.

“Cita-cita saya punya green house bunga anggrek yang luas serta bisa mengajak tetangga bekerja sehingga bisa membantu pemerinrah mengurangi pengangguran ditengah pandemi,” pungkasnya. (yon)