BMKG Karangkates: Terjadi Total 339 Kali Gempa Bumi pada November 2022

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Malang Ma'muri dan infografik kegempaan di November 2022. (ist)

BACAMALANG.COM – Dalam rilis monthly report Bulan November 2022 baru-baru ini, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Ma’muri menyebutkan telah terjadi total 339 kali gempa di Jatim dan Jateng.

Hasil analisa Stasiun Geofisika Malang pada periode bulan November 2022 tercatat 339 (tiga ratus tiga puluh empat) kejadian gempa bumi.

Adapun 3 gempa berkekuatan besar di Bulan November terjadi meliputi : Pada 10 November 2022 gempa berkekuatan 4,9 magnitudo terjadi di
333 km Selatan Jember Jatim.

Pada 13 November 2022, gempa berkekuatan 5,4 magnitudo, terjadi di 148 Km Barat Daya Cilacap
Jateng.

“Dan pada 23/11/2022 gempa berkekuatan magnitudo 4,1, di 14 km Timur Laut Kabupaten
Probolinggo Jatim,” tandas Ma’muri.

Berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, 297 (dua ratus sembilan puluh tujuh) kejadian gempa bumi merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km (h ≤ 60 km), 47 (empat puluh tujuh) kejadian gempa bumi menengah dengan kedalaman (60 km ≤ h < 300 km) dan 1 (satu) kejadian gempa bumi dalam dengan kedalaman ≥ 300 km.

Magnitudo terbesar yang tercatat adalah M 5.4 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah M 1.0.

Dari peta distribusi episenter gempa bumi periode bulan November 2022, terlihat sebagian besar episenter gempa bumi berada di laut.

Epicenter gempa bumi yang terjadi di laut yang tersebar di selatan Pulau Jawa dan gempa bumi dalam bagian utara sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

Sedangkan gempa bumi dangkal yang terjadi di darat sebagai akibat dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut.

Grafik frekuensi gempa bumi harian dari gambar grafik frekuensi gempa bumi harian, terlihat bahwa kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 23 November 2022 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 25 (dua puluh lima) kejadian gempa bumi, sedangkan kejadian gempa bumi paling rendah tercatat pada tanggal 19 November 2022 yaitu 4 (empat) kejadian gempa bumi.

“Jadi kesimpulannya pada periode Bulan November 2022 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 339 (tiga ratus tiga puluh sembilan) kejadian gempa bumi dan terekam 3 (tiga) kejadian gempa bumi dirasakan. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah 5.4 SR dan magnitudo terkecil yaitu 1.0 SR. Pada periode
ini terdapat 297 kejadian gempa bumi dangkal, 41 kejadian gempa bumi menengah dan 1 kejadian
gempa bumi dalam. Kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 23 November 2022 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 25 (dua puluh lima) kejadian gempa bumi. Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” pungkasnya. (*/had)