BMKG Paparkan 16 Kejadian Gempa di Jatim dan Sekitarnya Sepekan Terakhir

Ma'muri. (ist)

BACAMALANG.COM – Merilis laporan mingguan, BMKG Stasiun Geofisika Malang memaparkan 16 kejadian gempa bumi selama periode 31 Desember 2021 sampai 6 Januari 2022 di Jawa Timur dan sekitarnya.

“Kondisi kegempaan daerah Jawa Timur dan sekitarnya periode 31 Desember 2021 – 6 Januari 2022, hasil analisa Stasiun Geofisika Malang pada periode 31 Desember sampai 6 Januari 2022 tercatat 16 (enam belas) kejadian gempa bumi,” tegas Kepala BMKG Karangkates Malang, Ma’muri, Jumat (7/1/2022).

Berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, 13 (tiga belas)
kejadian gempa bumi merupakan gempa bumi dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km (h ≤ 60 km) dan 3 (tiga) kejadian gempa bumi menengah dengan kedalaman (60 km ≤ h < 300 km),” terangnya.

Magnitudo terbesar yang tercatat adalah 3.6 SR dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.5 SR.

Dari peta distribusi epicenter gempa bumi periode 31 s.d 6 Januari 2022, terlihat 10 (sepuluh) kejadian gempa bumi terjadi di laut tersebar di selatan pulau Jawa dan 6 (enam) kejadian gempa bumi terjadi di darat.

Epicenter gempa bumi yang terjadi di laut yang tersebar di selatan Pulau Jawa sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

Sedangkan gempa bumi dangkal yang terjadi di darat sebagai akibat dari pergerakan patahan lokal di daerah tersebut.

Dari gambar grafik frekuensi gempa bumi harian, terlihat bahwa kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 4 Januari 2022 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 4 (empat) kejadian gempa bumi, sedangkan kejadian gempa bumi paling rendah tercatat pada tanggal 1 Januari
2022 yaitu tidak ada kejadian.

Berikut lokasi episentrum gempa pertama hingga keempat : meliputi 21 km Tenggara Jatisrono, Jatim, 112 km Barat Daya bantul, DIY, 19 km Barat Daya Ponorogo, Jatim dan 8 km Timur
Laut Dieng, Jateng.

Sementara gempa bumi lainnya memiliki episentrum meliputi : 144 km Tenggara Blitar, Jatim, 126 km Selatan Pacitan, Jatim. 9 km Tenggara Bantul, DIY. 37 km Tenggara Pacitan, Jatim. 87 km Selatan Tulungagung, Jatim. 94 km Selatan Kabupaten Malang, Jatim. 39 km Barat Pacitan,Jatim. 41 km Selatan Pacitan Jatim. 145 km Barat Daya Gunung Kidul, DIY. 25 km Timur Laut Pacitan Jatim. 105 km Selatan Parangtritis DIY. 23 km Barat Laut Wonosobo Jateng.

“Kesimpulannya, pada periode 31 s.d 6 Januari 2022 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 16 (enam belas) kejadian gempa bumi dan terekam satu kejadian gempa bumi dirasakan. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah 3.6 SR dan magnitudo terkecil yaitu 1.5 SR. Pada periode ini terdapat tiga belas kejadian gempa bumi dangkal dan tiga kejadian gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada tanggal 4 Januari 2022 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 4 (empat) kejadian gempa bumi. Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal,” tutup Ma’muri. (had)