Bocah Hanyut di Sungai Bodo Karangploso, Tim SAR Cari dengan Teknik Tubing

Foto : Apel Tim SAR Gabungan. (ist)

BACAMALANG.COM – Akibat lokasi hanyutnya Rafa Alfaris (3,5) di sungai Bodo Kabupaten Malang aliran air cukup deras, menjadikan Tim SAR menerapkan teknik tubing untuk melakukan pencarian, yang hingga berita diturunkan masih belum diketemukan.

Komandan Tim Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya Ainul Makhdin, kepada awak media, mengatakan, pihaknya menyisir aliran sungai menggunakan ban karet atau Teknik tubing dilakukan di sungai yang memiliki karakter tidak terlalu lebar, banyak berbatu, memiliki banyak jeram, dan berarus deras.

“Kami menyisir aliran sungai menggunakan teknik tubing pada sungai yang tidak terlalu lebar, banyak berbatu, memiliki banyak jeram, dan berarus deras,” kata Ainul Makhdin.

Seperti diketahui, Rafa Alfaris (3,5) hanyut di Sungai Bodo, Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang hari ini Selasa (11/2/2020).

Ainul menambahkan Sungai Bodo berarus deras dan banyak ranting pohon tumbang.

“Kami melakukan evaluasi dan melanjutkan pencarian siang nanti,” terangnya.

Dikatakannya, pihaknya .menerapkan standar keamanan saat bertugas, seperti menggunakan helm dan jaket pelampung. Sampai sekarang petugas belum berhasil menemukan Rafa Alfarizi.

Semenjak itu, Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo mengatakan tim melanjutkan pencarian sejak Selasa (10/2/2020) pagi dan sempat menghentikan pencarian korban kemarin sebab kondisi air sungai sungai deras dan kondisi sedang hujan.

Pencarian hari ini dilakukan di tiga titik. Ada tiga tim yang masing-masing berisi antara delapan sampai 10 personel gabungan. .“Kami melanjutkan pencarian korban sepanjang Sungai Bodo sampai mengarah ke Karanglo,” ujar Mudji.

Pencarian berlangsung mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 16.30 WIB. Tim I bertugas mencari mulai titik korban tenggelam di Perumahan GDA Blok LE RT 6/12 Karangploso sampai ke Jembatan Grandhill.

Jarak pencarian kurang lebih 1,5 kilometer (KM). Tim II menyisir dari Jembatan Grandhill sampai Jembatan Telaga di Dusun Telaga, Desa Ngijo.

Sedangkan tim III menyusuri sungai dari Jembatan Telaga menuju Jembatan Babakan.

Sebelumnya, Rafa Alfarizi dikabarkan hilang diduga hanyut terkena arus sungai.

Kala itu bocah tersebut terakhir kali terpantau memakai baju warna hitam dan celana berwarna hitam.

Saat Rafa bermain air hujan di luar, sang nenek sedang memasak dan membuat kopi di dalam rumahnya.

Karena penasaran cucunya tak kunjung kembali, sang nenek pergi mencari Rafa.

Kemudian sang nenek berjalan menuju selokan yang tidak jauh dari rumahnya. Sang nenek hanya mendapati payung kecil warna merah di selokan. (Hum/Had)