Budidayakan Jahe Merah, Kampung Ini Wakili Malang Lomba Urban Farming Tingkat Provinsi

Warga bersama Himpunan Mahasiswa Arsitektur ITN dalam melukis mural guna mempercantik Kampung Jahe (ist)

BACAMALANG.COM – Kondisi pandemi yang belum berakhir, tak menyurutkan semangat warga Kelurahan Mulyorejo. Pasalnya Kampung Jahe Merah di kawasan Perum LPK 1, Tebo Selatan, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun ditunjuk mewakili Kota Malang untuk Lomba Urban Farming tanaman herbal jahe merah tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT), Nanik Sulistiowati menjelaskan tujuan Kampung Jahe Merah turut serta dalam gelaran yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 November 2020 tersebut.

Ia menuturkan pada awalnya warga Mulyorejo berinisiatif ingin meningkatkan perekonomian dan kekebalan imun tubuh warga dengan melakukan budi daya jahe merah.

Nanik, sapaan akrabnya, menjelaskan di tengah masa pandemi seperti ini, ekonomi daerah-daerah kian merosot hingga krisis kesehatan akibat Covid kian meningkat.

Sebagai langkah penangkal penyebarannya, ia melanjutkan, tumbuhan jahe adalah salah satu obat yang dapat mencegah penularan covid. Selain itu, jahe sangat mudah ditemui dan didapatkan

Nanik bersama anggota PKK bekerja sama dengan PT Bintang Toedjoe memprakarsai penanaman jahe merah di kawasan kampung tersebut.

Nanik menceritakan budi daya jahe merah warga kampung Mulyorejo dengan metode urban farming telah membuahkan hasil. Selanjutnya pihaknya akan bekerjasama dengan UKM yang ada di Mulyorejo yang memliki usaha industri rumah tangga, seperti minuman instan jahe merah dan jajanan permen manis yaitu gulali jahe merah (gujamer) yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak.

Ia mengaku dengan adanya kegiatan ini warga kampung Mulyorejo mendapatkan beberapa bantuan seperti bibit buah dan sayuran.

“Dan ini juga ada kerja sama dengan Dinas Pertanian, kebetulan dari acara ini, ada bantuan itu bibit buah, sayuran, sama poliback, pupuk dari Dinas Ketahanan Pangan dan dari Dinas Pertanian, sebanyak 210 bibit buah-buahan, mangga saman jeruk lemon sama jeruk nipis, 70, 70 ,70. Ya kita bagikan ke warga ke RT,” ujarnya.

Nanik berharap dengan adanya urban farming ini dapat menambah penghasilan warga, serta meningkatkan sikap gotong royong untuk melakukan aktivitas positif seperti menanam sayuran dan buah-buahan.

“Zaman seperti ini kan sulit ya untuk gabung dan gotong royong  itu kan sulit kalau tidak di desa sedangkan ini di kota, dengan adanya ini terciptalah itu sikap gotong royong. Dan menumbuhkan rasa kebersamaan juga,” jelasnya.

Melalui kegiatan lomba Kampung Bersinar dari pemerintah Kota Malang dan Lomba Urbang Farming yang diadakan oleh PT Bintang Toedjoe, warga sangat totalitas sekali dalam mempersiapkan penataan dan mempercantik lingkungan, seperti KWT dan seluruh warga ikut turun tangan hingga mengajak Himpunan Mahasiswa Arsitektur ITN dalam melukis mural guna memperelok lingkungan kampung.(wah/zuk)

Pewarta : Ahmad Syaifudin Setiawan